Jihan mengusulkan operasi katup prostetik pada Nenek Rina, meski dianggap mustahil dan berbahaya oleh wakil kepala dokter dan tim medis. Mereka memperingatkan Jihan tentang bayang-bayang Denis Fabian, kakek pasien yang berpengaruh dan menakutkan secara bisnis, yang bisa mendatangkan bencana jika operasi gagal. Jihan tetap ngotot dan memanggil Dokter Indra, ahli bedah jantung terbaik, sebagai asistennya, memicu ketegangan. Tim medis meragukan keputusan Jihan dan meramalkan konsekuensi serius, sementara Indra mulai menghadapi tekanan untuk menolak peran tersebut. Konflik antara keberanian dan risiko medis ini menjadi pusat ketegangan episode.