Yosi melakukan cara tidak biasa yaitu ciuman sebagai bentuk bimbingan kepada pria bernama Leon, yang ternyata berhasil menghemat poin penderitaan. Saat Leon berangkat ke medan perang yang berbahaya, Yosi memilih ikut meski itu mengejutkan semua orang karena sifatnya yang manja. Di sisi lain, ada antagonis yang merencanakan memanfaatkan ramuan pengendali mental untuk menghancurkan Leon dan merebut posisi Wanita Suci serta kekuasaan kota. Namun, perang semakin menegang saat Leon terluka parah dan pingsan akibat jebakan di garis depan, meninggalkan nasibnya belum jelas dan memicu ketegangan selanjutnya.