Di sebuah kantor, setelah insiden di mana seseorang berteriak "Lepaskan aku!" dan muncul kekhawatiran soal pengaduan tamu, Weni mengaku hamil kepada atasannya, Bu Jana, dan meminta mengundurkan diri untuk pulang kampung melahirkan. Bu Jana menanyakan siapa ayahnya dan mengingatkan bahwa jadi ibu tunggal tidak mudah, namun setuju memproses pengunduran diri dengan syarat Weni menjaga diri. Weni berjanji merawat anak-anaknya sendiri; meski tanpa ayah, ia akan menemani mereka. Episode ditutup dengan pengunduran diri diproses, sementara risiko pengaduan dan masa depan Weni tetap belum jelas.