Seorang anak perempuan yang berjualan jajanan di pinggir jalan dikeroyoki oleh teman sekelasnya dan ibunya. Mereka merendahkan kondisi keluarganya yang miskin dan mengejek bahwa gadis itu tidak memiliki ayah, bahkan mengklaim tempat itu seharusnya milik ayah si pengejek. Gadis itu terus membantah dan bersikeras bahwa ayahnya benar-benar ada dan akan segera datang, meski ejekan semakin menjadi-jadi. Saat tekanan memuncak, seseorang yang disebut sebagai ayahnya akhirnya muncul di tempat kejadian.