Episode dibuka dengan pembacaan Surat Perjanjian Kematian dan ucapan bahwa hidup dan mati ditentukan takdir, lalu anggota geng mempertanyakan peluang Bang Romi menghadapi lawan. Beberapa meremehkan reputasinya sebagai Peringkat 3 Daftar Pembunuh, sementara lainnya mendorongnya untuk menyerang. Bang Romi menunjukkan kemampuan dalam perkelahian yang disaksikan: sorakan, celaan, dan ancaman agar lawan merasakan kekejamannya. Namun setelah bentrokan, Romi terkulai tak sadarkan diri; rekan-rekannya panik dan mencoba membangunkannya, sementara seseorang berujar 'Tebakanmu benar.' Episode berakhir dengan nasib Romi dan reputasinya masih belum jelas.