Victor menghadapi kemarahan dari seseorang yang menuntutnya bertanggung jawab atas kematian istrinya dan bahkan mengancam akan membunuhnya sebagai balas dendam. Di tengah tekanan tersebut, terdapat instruksi dari pihak berwenang agar para pemilik gedung mengelola persediaan barang secara terpadu, memicu kekhawatiran tentang keterbatasan makanan. Sementara harga makanan melonjak drastis dan opsi bertukar tubuh demi makanan mulai muncul, Victor diberikan ultimatum untuk segera menyerahkan persediaan di rumahnya, dengan ancaman hukuman mati jika menolak. Ketegangan meningkat karena pilihan sulit dan ancaman berat yang membayangi Victor.