Sebuah lembar kaligrafi yang nenek klaim sebagai warisan Keluarga Freya memicu perdebatan: tulisan itu menyerupai gaya Dinasti Nando sehingga ibu bertanya soal kaitan kerajaan. Keluarga menuduh Simon, anak yang sering latihan, mencuri karya abang; Simon akhirnya mengaku berlatih dan mengklaim dia yang menulisnya. Untuk membuktikan, keluarga mengusulkan adu kaligrafi, sementara sebagian mencemoohnya sebagai 'kampungan' dan meremehkan lawannya. Saat pengamatan, beberapa orang heran karena gaya itu 'persis' sama dengan tulisan Pangeran Dinasti Nando. Keaslian naskah dan konsekuensi klaim keturunan tetap belum terjawab, membuat pertandingan menjadi penentu berikutnya.