Aria Cale merancang langkah nekat: untuk membalas saingannya, ia merebut Alen Bowi, paman sang rival yang sangat kaya, dan berhasil menaklukkan pria yang selama ini terlihat tak tersentuh. Kaburnya batas sopan memicu bisik-bisik—banyak yang mengira Aria, yang dianggap beban keluarga, telah menghina Pak Alen dan pasti bakal menerima hukuman keras. Ketegangan keluarga dan gosip sosial menaikkan taruhannya. Namun plot berbalik; alih-alih membalas, Alen, taipan yang ditakuti, justru memanjakan Aria. Saat tekanan dan permusuhan mengurungnya, Alen malah tampil melindungi: “Aku nggak mihak siapa yang benar. Aku cuma bela Aria.” Konflik moral, cemooh publik, dan perlindungan tak terduga menguji pilihan Aria—apakah niat balas dendam ini akan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?
Komentar
Lihat Semua >Xanthe
Sinematografi adegan pesta sangat rinci dan elegan. Kostum Aria mencerminkan status sosialnya jelas.
2026-03-25 16:06:29
Kyle
Jatuh hati sama chemistry Aria dan Alen. Setiap adegan manisnya bikin napas berhenti.
2026-03-25 15:52:50
Tabitha
Adegan ketika Aria disudutkan sungguh menusuk hati. Alen yang membela membuatku menitikan air mata.
2026-03-25 15:03:40