Felix Lamojo, penjelajah waktu tanpa kekuatan super, dikhianati pacarnya Wendy yang menyerahkan kode sandi basis mereka kepada Calvin, pria berkuasa dengan kekuatan super, hingga Felix diusir ke tengah kerumunan zombi. Ditinggalkan sendirian dan hampir mati, Felix memanfaatkan Sistem Hewan Tumbuhan Super untuk memanggil tanaman dan bertahan hidup, menanam ladang jagung, semangka, dan kaktus sebagai senjata dan sumber makanan. Di tengah kekacauan ini, Felix menemukan kartu langka legendaris, menandai awal baru yang mungkin mengubah nasibnya. Konflik perebutan kekuasaan atas basis dan hubungan mereka tetap menggantung tanpa kejelasan.
Dalam episode ini, Yura menghadapi infeksi mematikan dan memutuskan menggunakan Jamur Pemusnah, tanaman penghancur terkuat, untuk melawan ancaman. Setelah menghitung mundur, Yura meledakkan jamur tersebut sebagai bentuk pengorbanan. Teman-teman mendesaknya untuk lari menyelamatkan diri, tetapi Yura menolak karena sudah terinfeksi. Ketegangan meningkat saat mereka harus memilih antara menyelamatkan diri atau tetap mendampingi Yura, meninggalkan keputusan berat yang belum terjawab dalam situasi genting ini.
Episode ini dimulai dengan seseorang yang terpukau oleh daya ledak sebuah benda berharga bernama Legenda Emas, lalu menyatakan pekerjaannya selesai dan bersiap tidur siang. Namun, situasi mendadak berubah saat sebuah basis sedang menyerang zombie, memaksa beberapa orang berlari menuju lokasi. Mereka menemukan sebuah rudal atau bom nuklir dekat basis itu, menimbulkan ancaman besar. Saat ketegangan meningkat, seorang karakter bernama Sharon menghadapi tekanan karena kondisi rekan yang mengaku tak kuat lagi, meninggalkan ketidakpastian dan bahaya yang membayangi di sekitar mereka.
Seorang pria misterius datang ke sebuah tempat yang didiami makhluk membutuhkan energi matahari untuk bertahan hidup. Kedatangannya memicu ketegangan saat makhluk itu menuding pria tersebut dan rombongannya sebagai penyusup yang berani menerobos wilayah dan rumah orang lain sembari membawa banyak masalah. Konfrontasi terjadi karena klaim wilayah dan ancaman yang tersirat dari kedua belah pihak. Episode ini berakhir dengan suasana yang tegang dan belum jelas bagaimana pria itu akan menghadapi makhluk yang mempertahankan teritorialnya tersebut.
Seorang pria menyadari rekannya, Kak Yura, sudah terinfeksi virus zombie dan akan berubah menjadi zombi dalam waktu kurang dari setengah jam. Dia bertekad menyelamatkan Kak Yura dan menerima Penguat Genetik tingkat tinggi untuk memperkuat ketahanan tubuhnya, meski fisiknya lemah. Dalam perjalanannya, dia menggunakan alat dan obat khusus yang diyakini bisa menetralkan racun infeksi. Namun, waktu terus berjalan dan ancaman perubahan Kak Yura semakin dekat, membuat usaha penyelamatan ini sangat mendesak dan penuh tekanan.
Episode ini dimulai dengan sekelompok orang yang menemukan cahaya emas misterius yang diduga pusaka tingkat tinggi, memicu rencana mereka untuk 'panen besar' di basis lawan yang belum sepenuhnya diambil alih. Di sisi lain, Yura sembuh total dari luka dan virus zombinya berkat bunga ajaib yang ditemukan, yang kemudian dijual dengan harga sangat tinggi kepada kelompok lain. Felix, yang disebutkan beberapa kali, ternyata masih hidup dan tidak sepenuhnya tulus terhadap tunangannya. Episode berakhir dengan tawaran pembelian massal bunga penyembuh dan negosiasi yang membuka peluang baru sekaligus ketegangan atas harta warisan yang belum terbongkar sepenuhnya.
Tuan Felix menunjukkan hasil panennya berupa semangka dan jagung yang bebas radiasi, sebuah keajaiban di masa pasca-kiamat. Ia menawarkan tanaman tersebut dengan diskon kepada sekelompok pembeli kaya, yang awalnya ingin membeli semuanya. Namun, mereka mengingat misi utama mereka untuk membeli senjata berat demi menghadapi masa kabut akhir bulan, saat kekuatan zombi meningkat drastis. Felix mengungkapkan bahwa ia juga menyediakan pertahanan unik berupa tanaman yang dapat melawan zombi, seperti Penembak Kacang Polong dan Bunga Pemakan. Para pembeli kini dihadapkan pada pilihan penting untuk memanfaatkan pertahanan tanaman ini atau fokus pada senjata konvensional.
Di episode ini, Tuan Felix memperkenalkan tanaman peliharaannya yang bukan hasil mutasi radiasi dan menawarkannya untuk dijual dengan harga 100 kristal, yang mengejutkan banyak orang karena terbilang murah. Ia menunjukkan beberapa tanaman seperti Penembak Kacang Polong dan Jamur Racun yang dijual dengan harga sama. Setelah negosiasi, Felix mengajak mereka makan siang untuk merayakan transaksi ini. Di akhir episode, Sharon mengklaim dapat menyembuhkan virus zombi dan memurnikan tanah, menumbuhkan buah dan tanaman penjaga, yang membuat Kak Yesi ragu dan curiga apakah Sharon dikendalikan pikiran zombi, namun Sharon bersikeras bahwa itu bukan lelucon dan siap membuktikan kemampuannya.
Sharon dan Kak Yesi membicarakan Tuan Felix yang diyakini sebagai penyelamat umat manusia dengan kemampuan memimpin keluar dari kiamat. Mereka memutuskan untuk melaporkan fakta ini ke Organisasi Batara, yang terdiri dari sepuluh pengguna kekuatan super terkuat sebagai wakil penyintas besar di Haston. Setelah verifikasi, tanaman khusus di basis Felix terbukti dapat menyembuhkan virus zombie dan luka lama, memperkuat rencana untuk mengajak Felix memimpin perjuangan melawan zombie. Sementara itu, di lokasi lain, suasana mulai lebih santai saat beberapa orang menikmati mandi pancuran tanpa takut, menandakan ada perubahan perlindungan yang mulai dirasakan. Namun, ketegangan melawan ancaman zombie masih jauh dari usai.
Harvey, pemimpin Kota Basis Karton, menantang Felix dengan mengerahkan sepuluh monster terkuat yang semuanya pengguna kekuatan SS untuk merebut basis tersebut. Felix dan kelompoknya dianggap musuh oleh Harvey yang bertekad membuat Felix ketakutan. Tengah ketegangan, Harvey mengundang Felix secara terbuka untuk menjadi pemimpin Organisasi Batara dan bersama-sama mengakhiri masa kiamat. Konflik antara Harvey dan Felix memuncak saat mereka saling bersiap menghadapi pertarungan besar, namun keputusan Felix terhadap undangan tersebut masih belum terungkap, meninggalkan ketidakpastian atas masa depan mereka.