Salim, putra keluarga Pratama yang takut gelap, sengaja dikurung di lemari oleh Paman Anton sebagai bentuk hukuman. Meskipun Salim ketakutan, Paman Anton bersikukuh bahwa Salim tidak takut gelap dan berusaha membuktikannya. Saat Salim dikurung sepanjang malam, ia hampir mati akibat kegelapan itu. Keluarga mengetahui kejadian ini dan mengutuk tindakan Paman Anton. Paman Anton mengakui kesalahannya dan berjanji akan memperbaiki hubungan dengan Salim. Namun, saat akan menjemput Salim, nomor teleponnya tidak aktif, meninggalkan ketegangan tentang nasib Salim selanjutnya.