Seorang karyawan berusaha mengajukan cuti selama masa 100 hari kerja kritis di perusahaan, namun langsung ditolak dan dilarang keras oleh atasannya yang menegaskan tidak ada toleransi cuti bahkan untuk alasan darurat. Konflik memuncak saat karyawan tersebut meminta toleransi karena ibunya sedang dirawat darurat, tapi atasan tetap menolak dan mengancam akan mengambil tindakan tegas. Ketegangan meningkat hingga terjadi konfrontasi verbal yang nyaris berujung kekerasan fisik. Akhirnya, atasan memberikan ultimatum agar sang karyawan memilih antara terus bekerja tanpa cuti atau segera diberhentikan, meninggalkan keputusan sulit yang belum terjawab.