Seorang murid inti bernama Junior memperlihatkan pil kelas atas buatannya yang diklaim mampu membantu orang menjadi Abadi, namun pil tersebut dipandang rendah oleh beberapa orang sekitarnya. Terjadi konfrontasi yang memunculkan ketegangan antara Junior dan mereka yang meragukan kemampuannya. Junior menegaskan haknya membawa pengawal dan keahliannya di bidang pil, sementara para tetua membahas potensi ilmu pil Junior yang unik. Episode ini berakhir dengan pengakuan awal bahwa ilmu pil Junior bukan sekadar kelas atas, tapi mungkin setara kelas dewa, membuka peluang konflik dan pengakuan selanjutnya.