Saat episode dimulai, seorang wanita menyadari suaminya, Beni, berselingkuh; ia menangis semalaman dan terkejut karena mengira rumah tangganya yang berumur lebih dari sepuluh tahun bahagia. Ia menahan diri saat mengantar anak mereka, Ira, yang meminta agar ibu memaafkan ayah dan diminta tetap pergi sekolah agar tak terpengaruh. Di kantor hubungan semakin canggung—suami menolak dijemput—dan Emi memberi tahu Sofi bahwa Beni benar-benar selingkuh; Sofi ternyata sudah tahu. Episode berakhir dengan Sofi menghadapi pengkhianatan itu dan perlu membuat keputusan yang belum terlihat.
Sofi langsung mengonfrontasi Emi setelah mengetahui suaminya, Beni, berselingkuh dan menuduh Emi menyembunyikan fakta itu. Emi membela diri, bilang tidak mengatakan demi kebaikan Sofi, tapi Sofi menuduh Emi memanfaatkan koneksi untuk masuk Grup Candra hingga menjadi kepala bagian hukum dan hidup nyaman sebagai karyawan Beni. Perdebatan memanas; Sofi mempertanyakan ketulusan, kemandirian finansial, dan peran Emi dalam mempertahankan kebohongan rumah tangganya. Pada titik balik, Sofi tegas menyatakan sudah memutuskan bercerai dengan Beni, meninggalkan persahabatan dan posisi profesional Emi dalam ketidakpastian.
Sofi bersitegang dengan Beni: dia menolak rayuan Beni yang minta maaf dan tawarkan liburan, lalu tegas mengajukan perceraian karena merasa Beni 'kotor' dan disangka dipengaruhi Emi. Beni mengingatkan perjanjian pranikah—jika cerai Sofi keluar tanpa harta—memberi tenggat sebulan atau ia akan ajukan gugatan, bahkan memperingatkan bila gugatan tersebar dan mempengaruhi perusahaan itu bukan urusannya. Sofi akhirnya menandatangani. Di rumah, putrinya Ira tenang dan tak khawatir. Sofi mendapat panggilan wawancara dari Grup Citra, lalu seseorang menegur, "Bukannya ini Nyonya Sofi?"
Setelah Sofi resmi bercerai, sekelompok pria menanggapinya di hadapan mereka, mengeluh Beni pelit karena tak memberikan harta dan menawarkan Sofi dukungan finansial serta meminta giliran memperebutkannya. Mereka menyinggung Pak Andi, yang menurut mereka masih mengincar Sofi meski sudah menikah; Andi dibalas dengan tuduhan berperilaku berbahaya dan disebut psikopat. Sofi menegaskan dia tidak mudah menyerah. Ketegangan meningkat ketika dorongan merebut Sofi berubah jadi konfrontasi fisik; seseorang menolak ditahan secara ilegal dan mengancam akan melapor polisi, meninggalkan hasil konflik yang belum jelas.
Di tengah hujan Pak Ekin menolong Sofi—ibu dari Ira dan disebut istri Beni, CEO Grup Candra—dengan membagikan payung dan mengantar dia keluar. Ia menunda pembicaraan akuisisi, meminta sedikit waktu, dan berjanji tidak akan mengganggu kehidupan Sofi serta akan membalas budi. Sofi menolak diantar, sementara orang di sekitar memperhatikan dari atas. Reaksi berubah jadi heran ketika disebut Andi dan lainnya tak berani bersikap demikian kepada istri Beni. Episode berakhir dengan ketegangan: apakah sikap Ekin akan memicu masalah dengan lingkaran Beni?
Episode dimulai dengan penjelasan tentang Ekin, anggota keluarga Faris yang naik pangkat di perusahaan dan membersihkan dewan direksi; seseorang memanfaatkan statusnya untuk menghentikan Andi dan yang lainnya, namun khawatir jika kabar itu sampai ke istri Ekin akan menimbulkan salah paham. Di rumah, ibu yang baru bercerai pindah keluar dan Tante Sofi menunjukkan bakat memasak sementara ibu merencanakan usaha kuliner yang didukung keluarga. Sarah diantar pulang karena sopir belum datang dan menegaskan ia tak punya bibi; episode ditutup dengan rencana promosi masakan dan kekhawatiran bocornya kabar yang belum terselesaikan.
Paman menjemput Sarah dan memperkenalkan Tante Sofi, yang menurut Ira sedang proses cerai dan kini tinggal sendiri. Di rumah mereka bercakap-cakap; Sarah menggoda Paman yang masih lajang lalu memuji keterampilan memasak Tante Sofi—ia ingin jadi blogger dan membuka jasa masak. Keluarga memutuskan untuk mengundang Tante Sofi memasak sebagai percobaan untuk membantu mencari kerja dan promosi, serta merencanakan tamu melihat lukisan yang baru. Mereka setuju segera, Sarah akan memberi tahu Tante Sofi, tetapi Paman keberatan menerima orang asing sehingga persetujuan akhir masih menggantung.
Di pagi hari keluarga terkejut melihat Pak Ekin, paman yang biasanya hanya minum susu dan sandwich, duduk untuk sarapan. Para kerabat menertawakan dan mempertanyakan kenapa dia tidak bekerja, lalu mengomentari usianya yang hampir 40 tahun dan penglihatannya yang menurun. Sarah dan Ira kagum melihat paman makan lebih daripada biasanya. Tante Sofi membawa siomay, sandwich, dan bubur manis dan mendesak Pak Ekin 'makan sedikit'. Teguran berganti perhatian ketika keluarga mendesak dia untuk makan, namun respons terakhir Pak Ekin tetap belum jelas, meninggalkan ketegangan tentang keadaan kesehatannya.
Di acara makan tamu, para hadirin memuji masakan dan terungkap koki yang diundang adalah Susi, ibu Ira, yang kini memulai bisnis kuliner dan memberi nomor kontak kepada tamu. Tante Sofi meminta mereka menginap; Ira ingin tetap, sementara Sarah ragu dan ingin pulang. Suasana berganti serius saat Sarah mengaku sudah bercerai, namun malam itu ia dihantui keraguan: mengapa Beni selingkuh dan apakah ia hanya mengandalkan penampilan. Episode ditutup dengan kegelisahan Sarah tentang harga diri dan masa depannya yang masih belum terjawab.
Sofi Jingga adalah nyonya muda keluarga kaya di Kota Hima, berasal dari keluarga biasa namun dinikahi Beni Candra karena kecantikannya. Selama lebih dari sepuluh tahun ia dirawat penuh, sampai Beni berselingkuh dan Sofi, terluka namun tegas, meminta cerai. Setahun berlalu: Sofi tetap mempesona dan mandiri. Ia menghidupi diri dengan keterampilan yang diasah sebagai ibu rumah tangga, menjelma menjadi blogger dengan jutaan pengikut dan aset ratusan miliar. Banyak pria terpikat, namun bukan kebalikan lama yang menentukan arah hatinya. Beni baru menyadari kesalahan dan menyesal. Namun Sofi menemukan cinta baru pada pengusaha kaya Ekin Faris, yang tidak sabar mengangkatnya menjadi Nyonya Keluarga Faris. Konflik antara penyesalan, harga diri, dan pilihan cinta mencapai puncak.