Theo berkonflik dengan seorang pria yang hendak membawa pergi anak Mia dan lelaki lain untuk menutupi aib keluarga Latif. Mia yang ketakutan memohon agar anaknya tidak diambil. Anak itu sendiri menangis di pelukan Mia namun tersenyum saat melihat Theo, yang merasa terharu dan bingung dengan perasaannya. Theo mengungkapkan bahwa Mia bukan lagi istrinya, melainkan akan dijadikan pembantu, lalu memerintahkan agar Mia dan anaknya dibawa ke sebuah gudang. Ketegangan meningkat dengan nasib Mia dan anaknya yang belum jelas.