Seorang wanita yang mencintai Leo selama 10 tahun menghadapi perceraian ke-101: untuk pertama kali ia menolak mencabut gugatannya setelah Leo marah karena hal sepele. Teman-temannya mengeluh tentang sikap Leo—marah karena makanan asin, telepon terlambat, atau pakaian—dan salah satu insiden melibatkan Will dan seorang kakak ipar sehingga mereka memutuskan menemui Jane. Ketegangan memuncak ketika ia bersikeras bahwa “semua berakhir” dan menolak kembali. Di akhir episode terungkap syarat baru: seseorang menuntut suntikan dana ke proyek ibunya sebagai syarat menikah setelah akta cerai, keputusan itu belum terselesaikan.
Vega memicu episode ini dengan menguji kesetiaan Leo: ia menuntut pengakuan dan mengancam perceraian setelah melihat Leo memberi gelang peninggalan ibunya kepada Jane. Bisik-bisik orang makin memanas—mereka mendesak Leo cerai dan menilai Jane lebih pantas. Untuk merebut gelang, Vega memaksa Jane minum alkohol meski Jane alergi, mempermalukannya di depan banyak orang dan mempertaruhkan nyawanya. Pengorbanan Vega saat kebakaran tujuh tahun lalu disebut-sebut sebagai latar konflik. Di akhir, Vega menuduh Leo langsung, "kau berharap aku mati", meninggalkan tuduhan berat dan kemungkinan perceraian yang belum terjawab.
Vega berkonfrontasi dengan Jane setelah gelang peninggalan ibu mereka terjatuh dan pecah ketika Vega gagal menangkapnya. Jane menuntut pengembalian dan memaki, sementara anggota keluarga menyuruh Vega pulang agar tidak mempermalukan mereka. Pertengkaran memanas sampai ada kebakaran yang memaksa orang lari; Vega terluka dan diantar ke rumah sakit. Di sana Vega mengungkapkan kilas balik: tujuh tahun lalu ayah menamparnya hingga tuli sehingga ia tak mendengar jeritan saat menyelamatkan orang lain; Jane lalu mengaku penyelamat. Vega sudah sering menjelaskan tapi tak dipercaya, lalu menegaskan ia tidak mau Jane dan keluarga ini lagi, meninggalkan konflik keluarga belum terselesaikan.
Vega harus menutupi biaya setelah alat bantu dengar baru menghabiskan tabungannya; Tina dipastikan pulang dan diminta fokus pada dinas. Tiba-tiba ada kabar klien penting: seorang tuan muda Grup Sena datang dengan pacarnya, seorang artis, untuk pemotretan iklan perhiasan. Di lokasi artis mengecam kualitas fotografer dan menuntut pengganti, tim menyebut Kak Leo, sementara kolega mendesak Vega mengambil uang tanpa buat masalah. Vega menahan ekspresi pedulinya karena khawatir dia kehilangan kendali jika terlihat. Akhirnya kontrak dan kontrol Vega tetap menggantung saat keputusan pengganti fotografer belum jelas.
Di tengah kebakaran, Vega—yang disebut "istrimu"—tak sadarkan diri dengan lengan retak, sementara Leo baru saja menyelamatkan orang lain sehingga seorang wanita menuduhnya mengutamakan korban lain. Lewat kilas balik dibahas kebakaran sebelumnya di mana Leo selalu menyelamatkan orang lain, dan Jane menunjukkan hasil pemeriksaan yang membongkar kebohongan Leo tentang penyebab tuli; bukan pukulan ayah, melainkan luka saat menyelamatkan pria lain. Wanita itu memaksa Leo berlutut dan mengaku hanya mencintainya, lalu mengusirnya dengan kata "Pergi!" sehingga keputusan Leo untuk menyerah atau mempertahankan kebenaran belum terjawab.
Episode dimulai dengan seorang artis panik takut wajahnya cacat setelah insiden, sementara Vega dituduh cemburu; dia menegaskan tidak akan mencabut gugatan cerai jika sesuatu terjadi pada wajah Jane. Tina mengungkap bahwa "Tantemu" sengaja mengirim foto Vega terjebak kebakaran ke ibu Vega, yang buru‑buru datang dan mengalami kecelakaan; akibatnya Vega mendadak tuli, ibunya meninggal, dan keluarganya hancur. Tina menenangkan Vega, berjanji menjadi keluarganya dan akan menikahkannya. Di akhir, seorang penelepon menyuruh Vega hadir di ulang tahun Jane sepuluh hari lagi, dan Vega setuju, tetapi hanya jika syaratnya dipenuhi.
Di pesta ulang tahun Bu Jane, hadiahnya yang mewah dari Pak Leo memicu gosip dan iri hati. Para tamu terkesima oleh vila, kapal pesiar, dan perhiasan; rumor bahwa Pak Leo dekat dengan Bu Vega ikut beredar. Di balik itu, ibu Jane menekan Jane agar memastikan proyek bisnis sukses dan menuntut agar Jane tidak menyulitkan malam itu. Jane menolak, suasana memanas sampai terjadi tamparan antara Jane dan Vega setelah komentar merendahkan tentang asal usul mereka. Episode ditutup dengan ketegangan keluarga dan sosial yang meruncing, memaksa keputusan sulit tentang reputasi dan proyek mendatang.
Di sebuah konfrontasi keluarga, seorang wanita menuduh seorang pria telah menyentuh putrinya dan mengungkapkan perselingkuhan lama antara Pak Leo dan Bu Vega, termasuk tamparan yang membuat putri tuli. Tuduhan membuka luka lama: pengkhianatan, aib keluarga Zusa, dan pemutusan hubungan oleh wanita itu. Di sela itu, penggugat perceraian yang sudah ke-101 kali mencabut gugatan menahan kepedulian dan mengatur berkas, lalu menelepon Jane. Titik balik: ia menolak kembali mencabut gugatan—untuk pertama kali mengatakan tegas, "Aku mau cerai." Episode ditutup dengan keputusannya yang memaksa perubahan hubungan yang belum selesai.
Berita membuka episode: artis papan atas Jane Zusa nyaris bunuh diri karena perundungan daring, lalu diselamatkan pacarnya saat mereka berpelukan di atap. Adegan bergeser ke aku dan Kak Leo yang saling mencintai—momen mesra, rencana masa depan, dan interaksi kecil seperti Vega yang dibelikan baju. Mereka mengemasi semua barang dan membahas nama anak, Star, sambil mengakui bahwa orang yang benar-benar mau pergi tak membuat keributan. Episode ditutup dengan seseorang pergi secara tenang setelah mengemas barang dan tak pernah muncul lagi, meninggalkan ketidakpastian.
Seorang wanita terganggu oleh mimpi berulang di mana ia memanggil Vega dan merasa diselamatkan; ia berjuang agar 'Kak Leo' tidak kembali pada orang lain. Terbayang kata-kata yang menyiksanya, ia meminta ditemani jalan untuk meredakan kecemasan. Gugatan cerai baru saja dicabut; seseorang menasihatinya untuk membiarkan pihak lain menunggu. Ia memutuskan membawa Jane liburan beberapa hari dan meminta agar tidak diganggu. Di akhir episode ia mengucapkan 'Selamat tinggal' dan mengatakan 'Kita nggak akan bertemu lagi,' menyisakan tanda tanya tentang permanensi perpisahan itu.