Yohan Winata mencoba mendekati pemilik mobil mewah di sebuah garasi dengan niat memperkenalkan diri sebagai putra pemilik pabrik garmen. Namun, ia segera diusir dengan kasar oleh seseorang bernama Doni, yang memerintahkan agar Yohan dibuang dari tempat tersebut bersama dengan pulpen yang dibawanya sebagai tanda penghinaan. Usahanya gagal saat pemilik mobil ternyata tidak ada, dan Yohan pergi meninggalkan lokasi dengan kecewa. Di sisi lain, pembicaraan tentang mesin mobil dan pengenalan nama Yohan menandai ketegangan yang belum terselesaikan antara Yohan dan kelompok tersebut.