Leon Yulian, yang dianggap sampah oleh seluruh sekolah, mengungkapkan kekuatan uniknya yang dapat menghidupkan dan berevolusi, mengubah makhluk lemah menjadi entitas kuat seperti Selir Siluman Bintang Lima dan Rubah Ekor Sembilan. Saat dihina dan diremehkan oleh teman-temannya, Leon menerima tawaran kekuatan dengan syarat total pengabdian. Ia pun mendapat kehidupan baru sebagai Dewa Jahat Mahatinggi, memimpin pengikut setianya. Transformasinya mengejutkan semua orang, menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan, sementara Leon bertekad membalas hinaan dan menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya. Konflik antara Leon dan lingkungan sekitar semakin memanas, menanti babak selanjutnya.
Leon, seorang pria dengan roh Bintang Satu, muncul bersama seorang wanita cantik yang mengejutkan para murid di sekolah. Tuan Zevo datang mencari murid-murid yang seharusnya belajar tunduk padanya, lalu mengancam Leon yang dianggap rendah karena hanya punya roh tanpa bintang. Namun, saat pertempuran, roh Leon ternyata berlevel Bintang Lima, membuat semua terkejut, termasuk Zevo yang menyadari Leon lebih kuat dari dugaan. Zevo menegaskan kekuasaannya sambil menantang Leon yang diejeknya sebagai sampah, memicu konfrontasi yang belum selesai dan menentukan siapa penguasa sebenarnya.
Leon menantang Zevo untuk duel satu lawan satu di Arena Bela Diri Siswa Baru dalam tiga hari, meyakini kekuatan emosi negatif Zevo bisa menjadi keunggulannya. Meski Zevo dibantu seorang wanita Bintang Lima, Leon meremehkan pengaruh itu karena duel hanya boleh satu lawan satu. Di sisi lain, seorang pemimpin yang menguasai roh Singa Perang Emas Bintang Tiga memperingatkan tentang kekuatan Zevo dan mempertimbangkan campur tangan. Episode ini berakhir dengan peringatan bahwa menghadapi Zevo bukan perkara mudah, dan perekrutan keluarga baru tengah dipersiapkan, menegaskan ancaman yang semakin besar.
Leon Yulian, yang memiliki roh Belalang Bayangan Bintang Satu, menyewa tempat untuk menegosiasikan kesepakatan dengan seorang pria yang meremehkannya. Leon berjanji akan mengatasi kelemahannya dan membuat dirinya jauh lebih kuat agar tidak bisa dipermainkan lagi. Dia menerima taruhan dengan Masteo dan harus menjadi pembantunya selama sebulan jika kalah. Sementara itu, pengikut Masteo, Yeri Hantero, mengungkapkan penghinaan terhadap Leon yang dianggap sampah. Masteo memerintahkan untuk menunjukkan kekuatan dan kecepatan sesungguhnya pada Leon, memicu bentrokan yang menunjukkan perubahan besar atas kemampuan Leon seketika.
Dalam episode ini, suasana tegang menyelimuti arena pertarungan siswa baru. Zevo, yang dianggap kuat, mengejek lawannya Leon dan mempertanyakan keberanian wanita Leo yang tidak muncul. Konflik memuncak ketika Zevo meremehkan lawan dengan ancaman kasar, memperlihatkan sikap dominannya. Namun, kejutan muncul saat munculnya pejuang Bintang Empat Puncak yang menantang Zevo dan kelompoknya, mengubah dinamika pertandingan. Zevo terlihat mulai kewalahan, menandakan konflik bakal semakin serius. Episode berakhir dengan ancaman terbuka dari Zevo, meninggalkan ketidakpastian siapa yang akan unggul dalam pertarungan berikutnya.
Leon menciptakan konflik dengan melanggar janji duel satu lawan satu, menggunakan kekuatan misteriusnya yang membuatnya menang tak adil dan menguasai tingkat satu Akademi Gistaru. OSIS menahan dan menyelidiki sumber kekuatan Leon yang dinilai tak logis, menuduhnya berpotensi sebagai dewa atau iblis. Saat dilema tekanan meningkat, Leon menolak bergabung atau menjadi musuh OSIS dan malah menantang dengan menawarkan pilihan ketiga: menjadi pengikutnya dan mendapatkan kekuatan luar biasa sebagai Gagak Dewa Langit. Episode ini berakhir dengan ketegangan tinggi soal keputusan besar Leon dan konsekuensi kekuatan yang belum terungkap sepenuhnya.
Leon menolak bergabung dengan OSIS meski diingatkan tentang bahaya Pedang Iblis, seorang pemburu kuat bernama Jefry Carmelo yang melukai Wakil Ketua Klub Bela Diri, Yeri. OSIS menilai peluang melawan Pedang Iblis rendah meski Yeri dan Chloe digabungkan, karena kemampuan serangannya yang merusak roh secara permanen. Leon kemudian menyusup ke OSIS dan menunjukkan bahwa analisis peluang menang mereka tidak akurat setelah kemampuannya, Gagak Seribu Mata, berevolusi menjadi lebih kuat. Kini Leon menghadapi pilihan besar saat Pedang Iblis sudah muncul dan memasang perangkap untuk Yeri di gedung tua akademi.
Yeri menghadapi ujian dari Tuan untuk membuktikan kemampuannya dengan mengalahkan lawan yang meremehkannya sebagai tikus selokan. Dalam duel tajam dengan seorang pria yang dikenal sebagai Pedang Iblis, Yeri menunjukkan kekuatan dan tekad meski sempat terdesak oleh kecepatan dan serangan akurat lawan. Puncak pertarungan terjadi saat Yeri menerima kekuatan dan amarah dari Tuan yang memberinya dorongan ekstra, berhasil melumpuhkan lawannya. Namun, ancaman dari Pedang Iblis belum benar-benar hilang, meninggalkan ketegangan bahwa konflik ini masih berlanjut.
Leon menghadapi seorang wanita yang memohon ampun dan bersedia melakukan apa pun demi mendapatkan kesempatan kembali di sisinya setelah mengkhianatinya. Yeri yang mengawasi menunjukkan sikap keras dan ragu, bahkan mengusulkan untuk menghapus roh wanita itu karena risiko pengkhianatan tinggi. Saat wanita itu memohon untuk diterima lagi, Leon menolak tegas, menolak untuk memberinya kekuatan atau posisi selain sebagai pelayan. Penolakan Leon menandai titik balik dalam hubungan mereka, meninggalkan ketegangan dan konsekuensi yang belum terselesaikan di antara mereka.
Leon yang baru meraih kekuatan luar biasa melalui roh Bintang Satu berhasil mengalahkan juara angkatan baru di depan umum, menyebabkan reaksi kagum sekaligus ketakutan. Namun, kekuatannya yang sebenarnya adalah pelepasan dari belenggu segel kuno yang menahan Dewa Jahat, bukan pemberian kekuatan baru. Sementara itu, pertarungan dan kekuatan Leon melemahkan segel tersebut, memicu retakan dimensi yang mengancam dunia. Ancaman besar mulai muncul dari bawah tanah, menandai bahaya yang belum selesai dan menghadirkan konflik yang lebih besar ke depan.