Ketika sekelompok preman datang untuk membongkar rumah anak-anak yatim dan mengusik Nek Fira, pertikaian memuncak. Preman menuntut agar rumah dibongkar dan mengancam anak-anak; seorang pelindung yang dikenali sebagai Kak Bardi tiba dan memukul mundur mereka, memaksa mereka minta maaf kepada Tante dan membawa bawahannya pergi. Kak Bardi memberi peringatan keras bahwa ia tak akan mengampuni jika mereka kembali. Pemimpin preman mengancam balas dendam, berjanji mencari identitas Kak Bardi dan membunuhnya serta anak-anak. Episode ditutup dengan ancaman dari dalam mobil—bahaya pembalasan tetap menggantung.