Perceraian sang istri dengan Marsel tinggal lima hari; Marsel bahkan tak pernah pulang, dan Nyonya memerintahkan semua barang pribadinya dibuang. Di sela doa untuk orang tuanya, dia menemui kakaknya, minta maaf soal pacar yang menjemput dan menawari traktiran. Ia mengaku hamil tetapi pacarnya menghindar sejak kehamilan—kabar yang membuatnya curiga pacarnya mungkin sudah berkeluarga. Titik balik: ia sadar jika pacar tahu "istri Marsel adalah aku", pacar akan menolak dan Marsel takkan memaafkannya. Dengan perceraian hampir tiba, konsekuensi pengakuan itu tetap menggantung.