Luna dikejar waktu untuk mengganti pakaiannya karena ibunya menganggap bajunya tidak pantas untuk kantor. Ibunya memperingatkan Luna tentang kedatangan suaminya malam ini, yang membuat Luna menolak bertemu karena pernikahan mereka terjadi diam-diam saat ia mabuk dan hubungan mereka renggang. Luna berangkat ke kantor dan menjadi asisten baru milik Felix, namun ia lupa mengganti baju. Di kantor, Luna menemukan aroma bius dan Felix menuduhnya menyuntikkan obat bius padanya, menyebabkan konfrontasi tegang. Di tengah ketegangan itu, Luna mengakui bahwa ia sudah lama menyukai Felix, meninggalkan hubungan mereka dalam ketidakpastian baru.
Setelah tanpa sengaja tidur dengan bosnya, seorang wanita panik karena takut ibunya yang galak akan marah jika dia pulang terlambat. Ia memutuskan kabur saat bosnya tertidur. Di kantor, bosnya, Felix, curiga dan meminta asistennya, Ryan, menyelidiki siapa wanita yang masuk kamarnya tadi malam. Ryan menemukan wanita itu dianggap licik dan diperintahkan untuk membawanya ke Felix. Wanita tersebut khawatir jika Felix tahu identitasnya, hubungannya akan hancur. Konflik memuncak ketika sepatu kaca wanita itu hilang, menambah tekanan pada situasi. Episode berakhir dengan undangan misterius kepada Felix untuk segera datang ke kantor seseorang.
Pak Felix mempertanyakan kejujuran Luna terkait dokumen dan kunjungan seseorang ke kamarnya malam sebelumnya. Luna mengaku melihat sosok perempuan yang mengganggu ketika mengantar dokumen, yang ternyata adalah Lydia, direktur administratif. Pak Felix berjanji memberi status karyawan resmi kepada Luna jika ia berhasil menemukan perempuan itu. Luna kemudian menonton rekaman CCTV yang membuktikan Lydia mengunjungi kamarnya pukul delapan malam. Namun, Luna mengungkap sikap kasar Pak Felix terhadapnya dan perilaku tidak pantas Lydia, yang membuat situasi semakin rumit dan menimbulkan tekanan baru bagi Pak Felix.
Pak Felix yakin orang yang mengganggunya adalah Lydia karena parfunumnya tercium di kamar yang diberi obat bius, lalu memerintahkan penyelidikan dan jika terbukti, mengusir Lydia dari Drasa. Lydia merasa bersalah dan ingin membantu menemukan penyebab masalah itu agar tak kehilangan posisi asisten Felix. Sementara itu, rumor Lydia diusir karena mengaku tidur dengan Pak Felix menyebar, memicu celaan dari orang lain. Di sisi lain, Luna mendapat tekanan dari ibu mertuanya yang menentang rencana cerainya dan memaksa mengadakan resepsi pernikahan, mempertegas konflik yang akan dihadapi Luna berikutnya.
Di episode ini, Pak Felix menerima bukti pembelian aroma bius yang digunakan Lydia untuk memasuki kamar pak bos di lantai bawah perusahaan, namun sang bos tidak kembali tepat waktu sehingga Lydia mabuk dan tanpa sengaja digantikan oleh cewek lain yang terlihat dalam video CCTV. Pak Felix memerintahkan untuk menyalin rekaman itu dan meminta Luna membantu mengidentifikasi wanita tersebut. Sementara itu, sebuah toko ayam panggang di bawah perusahaan yang dianggap mengganggu ikut terseret dalam masalah, hingga Pak Felix meminta agar toko itu diusir. Episode berakhir dengan tekanan meningkat atas rekaman CCTV yang akan segera ditinjau kembali.
Olivia, seorang supervisor administratif baru, menghadapi masalah komputer misterius yang menghalangi akses Ryan, kolega laki-lakinya. Felix, atasannya, menyarankan Olivia agar jujur tentang insiden lupa absen yang bisa mengurangi bonusnya, namun akhirnya memaafkan dan meminta bantuan dari Olivia ke depannya. Olivia merasa bingung dengan situasi ini, terutama ketika Ryan secara misterius menghindari menggunakan mobilnya dan malah naik MRT, serta diam-diam mengamati Olivia dari belakang mobilnya. Ketegangan meningkat saat hubungan antara Olivia, Ryan, dan Felix mulai menggelinding tanpa kejelasan niat sebenarnya.
Di episode ini, seorang wanita sengaja menusuk roda sepeda seorang pria bernama Pak Felix agar dia mau menemaninya pulang karena tersesat setelah baru mulai kerja. Pak Felix pun mengajak dia naik mobil meskipun wanita itu menolak karena jarak rumahnya jauh. Saat perjalanan, wanita itu khawatir identitasnya diketahui karena pernah masuk ke kamar Pak Felix malam sebelumnya. Di sisi lain, Ryan diperintahkan kembali ke hotel setelah timnya mendapat kabar penting tentang wanita tersebut, menunjukkan ada sesuatu yang belum terungkap dan menimbulkan ketegangan baru.
Seorang wanita bernama Luna menghadapi dilema setelah satu malam yang menegangkan dengan seorang pria, yang menahannya di ranjang tanpa persetujuannya. Konflik semakin rumit karena Luna memiliki beberapa pelamar, termasuk Kak Edo, yang membuatnya takut untuk mengungkap kejadian itu. Percakapan mengarah pada keraguan identitas pria tersebut, karena dia sangat mirip dengan orang lain yang dikenal Luna. Ketika sebuah pasangan sepatu besar misterius ditemukan di lokasi kejadian, muncul pertanyaan baru tentang siapa sebenarnya pria itu dan motif di balik tindakannya, meninggalkan ketegangan yang belum terjawab.
Pak Felix menemukan sepatu yang diduga milik seorang wanita misterius dan menawarkan uang dua miliar untuk mengetahui namanya. Namun, wanita yang terlibat mengungkapkan bahwa kliennya memilihnya karena dia tahu Ryan tidak suka wanita gemuk, bukan karena uang. Ketegangan meningkat ketika Ryan dituduh menusuk roda sepedanya, namun wanita itu mengaku sudah menjelaskan semua yang dia tahu. Pak Felix menyuruh Ryan melacak kartu yang terkait dengan uang itu untuk menemukan petunjuk lebih lanjut. Episode berakhir dengan Ryan merasa terjebak dan sulit melarikan diri dari situasi ini.
Sejak kecil Luna Mandasa, gadis yang pernah gemuk, jatuh cinta pada Felix Larso, murid terpintar di kelasnya. Dewasa, orang tuanya menipunya agar pergi ke luar negeri dan menandatangani surat nikah dengan pria asing. Demi mendekati Felix, Luna melamar jadi asistennya, namun suatu malam ia tak sengaja terkena obat bius dan tertidur di samping Felix. Keesokan pagi sosok "Cinderella" cantik menghilang; yang muncul hanya Luna dengan penampilan kampungan yang mengantarkan dokumen. Felix mengira Luna melihat kejadian itu dan menyuruhnya menemukan wanita tersebut. Saat terungkap bahwa istri Felix sebenarnya Luna, ia sudah pergi dengan kecewa. Felix mengejar ke bandara, mengakui cintanya, lalu mereka berpelukan dan berciuman.