Di episode ini, para pemuda di Benua Timur berkumpul untuk membangkitkan Senjata Takdir mereka yang menentukan kekuatan dan status. Leo mendapat Senjata Takdir level E yang dianggap rendah, Kuali Hitam, sehingga ia diejek dan dipinggirkan. Sebaliknya, Azalea mengejutkan semua orang karena berhasil membangkitkan Senjata Takdir ganda level SS, Pedang Es Surgawi dan Pedang Api Membara, sehingga muncul harapan besar bahwa dia bisa menjadi Kaisar Agung. Kontras antara keberuntungan Leo dan Azalea memicu ketegangan awal yang menunjukkan jalan berat bagi Leo ke depan.
Reivan dihadapkan pada pengumuman batalnya pernikahan oleh tunangannya, yang telah berhasil membangkitkan Senjata Takdir level SS dan menganggap Reivan tak layak karena Inti Jiwa-nya yang berbeda. Tunangan ini meremehkan Reivan yang belum bisa membangkitkan apa pun dan bahkan mempermalukan dengan membandingkannya dengan calon pengganti lain, Azalea. Reivan tetap teguh walau diremehkan, sementara keputusan batal pernikahan memicu sistem keamanan yang tiba-tiba aktif, meninggalkan ketegangan dengan ancaman yang belum terungkap.
Reivan tiba-tiba dihadapkan pada pilihan setelah tunangannya, Azalea, memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka. Sistem yang muncul memberinya dua opsi: menerima pembatalan dan mendapatkan Tongkat Kehendak Emas level SSS, atau menolak dan mendapatkan hadiah kecil. Azalea dan ibunya mengejek kemampuan Reivan yang baru bangkit level SS, meremehkan potensinya sebagai pasangan Azalea. Reivan terkejut tapi juga terdorong oleh kehadiran sistem dan kekuatan baru yang bisa ia raih. Konflik batin Reivan memuncak saat ia harus memilih apakah akan menerima penolakan atau berjuang membuktikan dirinya.
Azalea menghadapi tuntutan pembatalan pertunangan dengan harga sepuluh juta kristal sebagai kompensasi dari pria yang dulu bertunangan dengannya. Pria itu merinci biaya yang harus dibayar, termasuk penggunaan fasilitas dan barang-barang yang telah dia berikan. Akhirnya, keluarga pria tersebut menyetujui membayar jumlah itu agar bisa mengakhiri hubungan ini tanpa hambatan. Sebagai hadiah misi pertama, Azalea memperoleh Senjata Takdir level SSS, Tongkat Kehendak Emas, dan kemampuan langka tingkat Langit yang hanya dimiliki oleh segelintir orang. Konflik berakhir dengan ancaman pria itu bahwa Azalea akan menyesal setelah ini.
Reivan memicu reaksi langka Senjata Takdir dengan Tongkat Kehendak Emas, menimbulkan fenomena alam yang menunjukkan potensi level SSS-nya. Para ahli dan pemimpin empat akademi besar serta Walikota Aruna berkumpul untuk menilai bakat luar biasa Reivan, yang kini menjadi rebutan akademi demi mengasah kehebatannya. Meski sempat diragukan karena inti jiwanya yang lemah, penundaan wujud Senjata Takdir justru menambah misteri. Di tengah penawaran dan pujian, keluarga Mahesa yang membatalkan pernikahan dengan Reivan mulai menyesal, sementara ketegangan memuncak karena pengakuan Walikota Aruna ingin menjadikan Reivan anak angkatnya.
Reivan, yang dikira memiliki Senjata Takdir level SSS bernama Tongkat Kehendak Emas, mendapat tawaran masuk Akademi Naga Hijau langsung tanpa tes. Namun, saat menunjukkan kekuatannya, terungkap bahwa senjatanya palsu dan aura kekuatannya sangat tidak stabil, di bawah level F. Kecurigaan dan kekecewaan muncul, Akademi Kilin mundur, dan Reivan dikembalikan ke pengasuhnya. Konflik memuncak saat Reivan merasa dikhianati oleh sistem, menantang konsekuensi buruk dari penipuan senjata ini yang kini menggantung tanpa solusi pasti.
Reivan menghadapi tuduhan bahwa Tongkat Kehendak Emas level SSS miliknya palsu dan tak berharga, sementara sistemnya menegaskan senjata itu asli dan bahkan berada di atas level SSS. Ia dijelaskan bahwa senjata itu berat dan harus dimurnikan terlebih dahulu untuk bisa digunakan dengan mudah. Meski diremehkan beberapa tokoh besar yang meragukan kemampuannya, Reivan menantang mereka dengan taruhan saat tes kekuatan Senjata Takdir tiga hari lagi. Taruhan itu memicu ketegangan, karena kekalahan berarti Reivan harus mengembalikan kristal dan tunduk secara penghinaan, menimbulkan konflik yang menunggu penyelesaian berikutnya.
Tokoh utama memesan bahan langka dan mahal untuk merakit Tongkat Kehendak Emas, namun menghadapi kesulitan karena bahan Kayu Darah tidak tersedia dan sulit ditemukan. Setelah berhasil mengumpulkan semua bahan, dia bertemu ancaman berupa monster level lima, Beruang Iblis Penghancur Tanah, yang membuatnya hampir kehabisan tenaga. Dalam situasi terdesak, dia menggunakan jurus terakhir untuk melawan. Misi membunuh monster ini terdeteksi, memberikan hadiah berupa Sepatu Petir yang meningkatkan kecepatan dan ruang penyimpanan besar, membuka kemungkinan baru yang belum terselesaikan.
Karakter utama mendapat perlengkapan level dewa seperti Sepatu Petir dan ruang penyimpanan besar, tapi tidak bisa mengeluarkan Senjata Takdir level SSS sehingga merasa tidak siap menghadapi monster level lima. Setelah sistem mengingatkan soal hadiah pemula yang belum dibuka, ia membuka tiga hadiah yang kemampuan luar biasanya bisa membunuh lawan sekaligus dan menyembuhkan luka dengan cepat. Dengan perlengkapan baru, ia langsung mengalahkan monster level lima tanpa berbuat banyak. Namun, ancaman Beruang Iblis Penghancur Tanah dan hadiah misi yang didapatnya menimbulkan ketegangan baru yang belum terselesaikan.
Reivan yang baru saja membangkitkan Tongkat Kehendak Emas tingkat SSS menyelamatkan Liana, murid Istana Giok Putih, dari luka parah setelah pertarungan dengan Beruang Iblis Penghancur Tanah. Liana terkejut dengan kekuatan Reivan yang mampu membunuh monster level lima meski belum bergabung akademi mana pun. Ia menawarkan Reivan masuk Istana Giok Putih tanpa ujian dan langsung jadi murid inti gurunya, tapi Reivan menolak, memilih membuktikan kemampuan sendiri karena memiliki taruhan dengan Azalea. Sebelum berpisah, Reivan memberikan inti monster yang sudah dimurnikan untuk Liana, menandai awal hubungan dan konflik yang belum terselesaikan.