Gea Salidi, CEO wanita dari grup perusahaan miliaran, berada di ambang pernikahan dengan Herman Chandra. Untuk menjaga perasaan tunangannya dan menghormati kariernya, Gea memilih tampil rendah hati saat menjemput calon ibu mertuanya, Sadira Honata, di bandara. Sadira, yang memuja kekayaan dan meremehkan orang miskin, salah mengenali situasi. Liana Tandaru—selingkuhan Herman—datang berdandan mewah dan dipuji sebagai calon menantu ideal. Sebaliknya, Gea yang sejatinya adalah calon menantu dan CEO, dikira pelakor dan dihina habis-habisan. Penghinaan itu menegangkan: ego, reputasi, dan masa depan hubungan mereka terancam, sementara kebenaran dan citra saling bersinggungan di hari yang seharusnya bahagia.
Komentar
Lihat Semua >Quentin
Adegan sunyi di bandara ditulis seperti puisi. Akting Gea halus namun menyakitkan.
2026-03-29 01:49:30
Wendy
Kimia Gea dan Herman tipis tapi menjanjikan. Momen canggung mereka terasa sangat manis.
2026-02-21 13:22:58
Jack
Jangan janggal Sadira akan menyesal di akhir. Ada potensi skenario pengakuan besar. Harap ada kebangkitan Gea.
2026-02-21 06:42:16