Ketegangan meledak saat seorang wanita yang dianggap pelakor dihina oleh ibu mertua calon suaminya. Dia bukan pelakor, tapi justru mengaku sebagai resepsionis, bukan direktur seperti yang dikira. Ibu mertua menolak mengakuinya dan merendahkan status sosialnya, mengancam memberikan pelajaran keras. Saat perkelahian nyaris terjadi, ada keraguan muncul tentang kebenaran status wanita itu sebagai menantu dan direktur utama Grup Sutena. Konflik ini memuncak dengan ketidakpastian dan bukti yang belum jelas, menyisakan pertanyaan siapa sebenarnya yang benar.