Seorang pria dengan kemampuan warisan baru menyadari kekuatannya dan merasa tak lagi takut ditindas. Ia bertemu dengan Bu Jeni, yang tengah menghadapi penyakit tak tersembuhkan. Ketegangan meningkat saat Bu Jeni dinyatakan meninggal karena keterbatasan biaya, menimbulkan konfrontasi dengan staf rumah sakit yang menuntut pembayaran 200 juta untuk pengambilan jenazah. Pria itu membela Bu Jeni, bersikeras bahwa ia masih hidup, memicu perseteruan yang mempertanyakan otoritas dan kebenaran medis di rumah sakit. Konflik berakhir dengan keraguan tentang nasib Bu Jeni dan posisi pria tersebut yang kini dipertaruhkan.