Vino menghadapi tekanan dari Pak Bowo yang mengancam akan mencabut alat pernapasan ibu Vino jika tagihan ICU tidak dibayar tepat waktu. Saat Vino memohon uang komisi yang dijanjikan, Bowo merendahkan dan mempermainkannya dengan meminta Vino menjilat kopi di lantai. Malam Tahun Baru, seorang bos baru bernama Mouz mengambil alih, memaksa semua karyawan ikut dalam 'permainan bertahan hidup' untuk mendapatkan bonus. Vino menolak ikut dan menghadapi ancaman pemecatan serta keselamatan ibu yang dipertaruhkan. Ketegangan memuncak saat Vino diminta menyerahkan ponselnya, dan situasi menjadi berbahaya tanpa jalan keluar jelas.