Suheri yakin telah menyembuhkan ayahnya meski ibunya skeptis karena penyakit ayah sudah menguras banyak biaya dan ahli medis menyerah. Setelah ayah sempat pingsan lagi, Suheri bertekad memberi obat yang dijamin memulihkan dan memperkuat ayah. Ia bersama istri dan orang lain pergi membeli obat khusus untuk memperbaiki kondisi ayah sekaligus memperkuat tubuhnya yang sudah lelah. Saat membeli obat, Suheri berusaha menutupi maksudnya, tapi istrinya curiga Suheri sebenarnya hanya mencari alasan beli obat tertentu, memicu ketegangan di antara mereka. Konflik pengobatan dan hubungan pasangan belum terselesaikan.