Ari Saputra, yang sebelumnya diremehkan sebagai pecundang, mengejutkan semua orang dengan memanggil piaraan tingkat S, Naga Emas Api Merah. Tuduhan pencurian langsung diarahkan padanya oleh Widya, yang percaya naga itu miliknya dan menuduh Ari mengganggu ritual pemanggilan. Kepala akademi memberi Ari dua pilihan: menyerahkan naga atau mempertahankan dengan risiko diusir. Ari bimbang karena keduanya membawa masalah besar. Ketika Widya memaksa Ari melepas naga itu, dia menolak dengan tegas, memicu konfrontasi dan memperuncing konflik yang belum selesai.
Ari melepaskan Naga Emas Api Merah tingkat S secara tak terduga, menyebabkan kemarahan dan tuduhan pencurian dari akademi dan Widya, pemilik naga itu. Saat ia dianggap membuat akademi kehilangan piaraan penting, Ari justru menunjukkan slime tingkat SSS miliknya yang mampu mengalahkan piaraan dengan atribut berbeda, membantah tuduhan dan menunjukkan kekuatan tak terduga. Namun, ketegangan meningkat saat Ari diusir dari akademi oleh kepala akademi yang meragukan kemampuannya. Konflik ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keaslian kekuatan Ari dan masa depannya di akademi.
Ari, seorang murid yang dianggap melanggar aturan akademi dengan mencuri piaraan pada upacara pemanggilan, kini menghadapi konsekuensi dari tindakannya. Ia menantang otoritas Akademi dengan melawan Pak Gunawan, yang dikenal kuat dan pemilik piaraan tingkat A, Raja Serigala Bayangan. Namun, saat konfrontasi berlangsung, slime yang dibangkitkan Ari secara luar biasa berubah menjadi naga, memancarkan aura yang jauh lebih menakutkan dari naga tingkat tinggi lainnya. Salah satu piaraan akademi pun terlihat ketakutan. Dengan kemampuan transformasi unik ini, Ari menuntut diakui sebagai 'Kak Ari', menandai perubahan besar dalam posisi dan kekuatannya di akademi.
Di episode ini, Ari mencoba menggunakan kemampuan transformasi slime tingkat SS menjadi naga, tapi gagal karena kekurangan Batu Jiwa sebagai media transformasi. Sistem menjelaskan bahwa Batu Jiwa diperlukan untuk mentransformasikan slime menjadi bentuk kuat, dan batu tersebut bisa didapat dari membunuh monster atau membelinya dengan harga mahal. Ari kecewa karena tidak diberitahu sejak awal dan merasa kemampuan panggil slime-nya dianggap tidak berguna. Konflik muncul saat Art dari Akademi Jinara mengejek Ari dan memintanya pergi setelah mengganti kerugian akademi, meninggalkan tekanan besar pada Ari untuk memenuhi syarat Batu Jiwa.
Ari menghadapi tuntutan ganti rugi 20 juta dari Akademi Jinara dan seorang pria lain karena melepaskan paksa binatang piaraan tingkat S yang bukan miliknya. Ancaman pengusiran dan boikot dari akademi dan kota membuat hidup Ari terancam hancur. Dia diberi waktu tiga hari untuk melunasi utang tersebut. Meski begitu, Ari yakin dengan kekuatan slime peliharannya yang bisa berubah menjadi binatang piaraan tingkat SSS setelah dia mendapatkan Batu Jiwa tingkat tinggi, dan bertekad untuk membuktikan siapa yang sebenarnya lemah. Ketegangan berakhir dengan tekad Ari menghadapi tekanan yang belum selesai.
Ari, pemilik piaraan tingkat SSS yang belum menunjukkan kekuatan, bercita-cita mendapatkan Batu Jiwa tingkat S untuk meningkatkan piaraannya. Sherly Lukito, ketua Tim Silina dari Akademi Jinara yang berpengalaman, mengajak Ari bergabung dalam perburuan Batu Jiwa di luar kota. Ari menuntut satu Batu Jiwa tingkat S sebagai imbalan, namun Sherly meragukan kemampuannya dan hanya menawarkan Batu Jiwa tingkat A. Ari bersikeras, yakin kemampuan piaraannya bisa membantunya mendapatkan Batu Jiwa tersebut sendiri, meninggalkan ketegangan soal apakah ia benar-benar mampu memenuhi janji itu.
Setahun setelah orang tuanya menghilang saat menjelajah alam rahasia, protagonis menghadapi ancaman penyitaan rumah dan buangan ke luar kota sebagai tumbal serangan monster. Ia menyadari satu-satunya harapan adalah segera mendapatkan Batu Jiwa tingkat tinggi. Dengan transformasi slime ke tingkat SSS yang mengubah penampilannya menjadi mirip naga tanpa kemampuan bertarung, ia berhasil menyamar agar tak terdeteksi sebagai slime. Kini, dengan wujud baru itu, ia yakin bisa menarik perhatian kekuatan kuat di Kota Jinara untuk merekrutnya dan mendapatkan Batu Jiwa tersebut sebelum semuanya terlambat.
Seorang pria mendengar kabar tentang jejak monster tingkat S di luar kota yang bisa memberinya Batu Jiwa tingkat S, tapi dia menyadari kekuatannya masih belum cukup untuk menghadapinya dan harus berhati-hati. Dia memutuskan memburu monster tingkat rendah untuk meningkatkan level dan kekuatannya menggunakan slime tingkat SSS yang dibangkitkannya. Setelah mengalahkan beberapa goblin, dia naik ke level 5 dan merasa cukup kuat untuk menjelajah lebih dalam, meski terbatas pada monster lemah. Namun, sebuah kejadian tak terduga membuat situasi menjadi mendesak dan menimbulkan ketegangan baru.
Dalam episode ini, seorang slime menghadapi ketua goblin dan para pengikutnya yang jumlahnya banyak. Meskipun meragukan kekuatannya, slime memutuskan untuk bertarung daripada kabur demi mendapatkan hadiah kemampuan tingkat SSS, Laras Hati. Berkat kemampuan pasif cairnya, slime berhasil menetralkan serangan fisik ketua goblin dan mengalahkannya, meningkatkan levelnya ke level 8 dan mendapatkan kemampuan tahan tubuh yang kuat. Namun, terungkap bahwa ketua goblin tersebut sudah terluka sebelumnya dan bersama rombongan membawa barang, menimbulkan pertanyaan apakah mereka sedang melarikan diri, meninggalkan ketegangan yang belum terjawab.
Aku terbangun tiba-tiba sebagai pengendali binatang SSS terlemah di akademi, ditemani Slime lentur yang dianggap remeh. Di antara tawa dan hinaan dari pengendali lain, makhluk lucu itu dipandang tidak berguna. Penghinaan menekan, membuatku merasa tak berarti, sampai sistem yang lama tertidur di benakku menyala dengan peringatan kiamat, sebuah tamparan kenyataan yang mengubah segalanya. Sistem itu bukan sekadar alarm; ia memaksaku menatap tujuan baru. Terjerat cemoohan namun didorong oleh ancaman mengerikan, aku memulai perjalanan untuk berkuasa: menantang ejekan, mengejar kekuatan, dan berusaha mengubah nasib kami. Drama pendek ini menonjolkan konflik, harga diri yang digerus, dan tekad lahir dari bahaya besar di hadapan dunia.