Karina mengungkapkan kemarahannya kepada ibunya karena merasa selalu disalahkan dan diperlakukan tidak adil, meski ia tahu kesalahannya sendiri. Ia menegaskan bahwa tak ada lagi hukuman yang bisa menyakitinya karena ia memiliki dukungan dari saudara dan neneknya. Ibunya yang terlihat lelah mencoba memberitahu Karina untuk segera mengatasi masalah ini, tapi Karina tetap keras kepala. Ketegangan meningkat saat nenek Wulandari menemukan Karina menangis, lalu mengingatkan tentang berbagai kekhawatiran dan konflik lama terkait barang-barang berharga keluarga yang sudah dipindahkan. Episode berakhir dengan suasana tegang dan masalah yang belum selesai.