Rendi, siswa kelas tiga SMA dengan sepuluh Kartu Sihir kosong, menghadapi tekanan karena kartu yang dimilikinya hanya berkualitas biasa. Temannya, Dimas, menawrkan uang seratus juta untuk membeli kartu tersebut demi keuntungan pribadi, namun Rendi menolak karena kartu itu adalah satu-satunya harapannya untuk mengobati orang tua yang sakit. Saat semua siswa membuka kartu, sebagian mendapatkan kartu berkualitas tinggi, termasuk sebuah Kartu Pemanggilan Heroik, sementara Rendi masih ragu membuka kartunya karena takut hasilnya sama. Ketegangan memuncak saat dia berhadapan dengan ejekan dan dilema untuk memilih membuka kartu atau tidak.