Setelah Eyang Guru terbangun dari tidur panjangnya, situasi Sekte Cakra Langit yang dulu jaya kini menghadapi kehancuran akibat serangan Sekte Mega Bara. Murid baru yang terluka parah diselamatkan dan diangkat menjadi pesuruh, namun tidak bisa ikut turnamen karena harus pulih dulu. Ketua sekte yang lemah memutuskan membuka segel Tanah Terlarang di Puncak Giri untuk melatih murid mendapatkan warisan ilmu Eyang Guru agar sekte bisa bangkit. Namun keputusan ini menuai pro dan kontra, dan waktu satu bulan diberikan untuk murid menembus Tahap Fondasi agar nama sekte tidak dicoret, meninggalkan ketegangan yang belum terselesaikan.