Kak Ferry yang semula diduga menderita usus buntu tiba-tiba kembali karena sakitnya hilang. Namun, ia justru terlibat kecelakaan setelah mengemudi dalam keadaan mabuk, menabrak mobil seseorang. Kak Bella, yang mendampingi Ferry, berusaha mengurus masalah tersebut dan menawarkan damai, tapi korban sudah melaporkan ke polisi. Kondisi ini mengancam kontrak pendanaan penting yang harus ditandatangani Ferry besok. Bella berencana mengambil alih perusahaan dengan membuat draf kontrak kuasa agar bisnis tetap berjalan sementara Ferry berurusan dengan hukum. Ketegangan meningkat saat mereka mencoba menyelamatkan rencana bisnis di tengah krisis ini.