Di sebuah lelang, Luna menghadapi seorang wanita yang menuduhnya memanfaatkan Heri saat pria itu koma dan mengklaim pernah memeras neneknya demi uang. Wanita itu memperlihatkan kartu tambahan milik Heri dan menggunakan ancaman: bila Luna tak pergi, ia akan mengaku didorong dari tangga sehingga Heri menghukumnya. Luna menolak pergi karena ingin Heri segera mengakui cintanya; setelah ditekan, ia mau menemani wanita itu ke lelang. Ketegangan memuncak saat orang lain tiba dan menahan mereka, suara teriak 'Lepaskan!' menandai ancaman baru yang belum terjawab.