Seorang pria misterius tiba-tiba muncul dan mengkritik kemampuan para penyihir yang sedang bertarung, menyebut mereka amatir karena sihir yang lambat dan kurangnya pemahaman tentang titik lemah musuh. Ia lalu mengambil alih komando, memerintahkan para penyihir untuk mundur dan mencari perlindungan. Seorang penyihir wanita menyadari pria itu menyelamatkannya. Pria itu kemudian memberikan instruksi terperinci kepada pasukan panah untuk membidik sendi kaki belakang kiri musuh, sambil memperingatkan seorang bocah agar tidak mengacau. Meski awalnya ragu, pemimpin pasukan akhirnya memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti perintah pria tersebut, dan serangan pun dilancarkan.