Lulu datang menemui Cika untuk membahas potongan kaligrafi langka karya Saga Husa yang kini dimiliki Cika setelah gagal di lelang. Lulu mengaku sedang mencari hadiah ulang tahun ke-70 kakeknya dan ingin membeli kaligrafi itu tanpa tawar-menawar. Cika menjelaskan bahwa kaligrafi itu masih rapuh dan perlu perawatan sebelum bisa dijual, sehingga mereka harus menunggu. Lulu merasa terbantu dengan sikap Cika dan berjanji akan menunggu, sementara Cika harus bergegas ke janji dengan dosen untuk membahas skripsi, menutup pertemuan dengan harapan mereka bisa makan bersama nanti. Konflik utama berpusat pada penanganan kaligrafi dan kesepakatan penjualan yang belum tuntas.