Seorang makhluk yang berlatih ribuan tahun akhirnya berhasil menjadi manusia dan bersuka cita. Di tempat lain, dua anak—saling memanggil kakak dan dik—menaruh racun di mangkuk ibu mereka; mereka yakin ibu sudah mati dan merayakan terbebas dari pukulan dan kelaparan. Saat salah satu melihat tangan ibu bergerak, kebingungan muncul karena racun sudah ditaburkan. Dari luar terdengar, "Kebetulan ada dua bocah di sini. Makan siangku beres." Ibu yang tampak mati bergerak kembali, meninggalkan ancaman langsung pada keselamatan anak-anak yang belum terjawab.
Episode dimulai dengan dua anak diperlakukan kasar oleh seorang ibu yang menuduh mereka mencuri makanan dan uang; mereka kemudian diseret pergi sambil berteriak minta tolong. Clara mendengar suara yang memberinya izin ke dunia manusia sebagai bagian latihan: mengendalikan emosi, nafsu, dan merasakan penderitaan dengan janji menjadi dewi jika berhasil. Clara menerima tugas itu dan memutuskan menjadi ibu bagi kedua anak tersebut. Saat ia kembali, seorang orang dewasa menuduhnya berkhianat dan menjual anaknya—konfrontasi itu menempatkan Clara di bawah tuduhan berat yang belum terjawab.
Kelompok orang menculik dua anak dari sebuah rumah; seorang wanita menuduh wanita lain telah menjual anak-anak bukannya lukisan. Para penculik menganggap anak-anak merepotkan dan membawa mereka pergi. Clara, yang dipanggil dan mengatakan "aku sudah jadi ibu, mau tolong anakku", mengejar untuk menyelamatkan anaknya. Anak-anak menangis memanggil "Ayah" dan seorang anak berjanji akan membunuh "wanita jahat itu". Di akhir episode, seorang perempuan terbangun dan memerintahkan penculik "lepaskan mereka" sambil mengancam akan menghajar — nasib anak-anak masih belum pasti saat konfrontasi memuncak.
Episode dimulai dengan konfrontasi ketika seorang wanita menghadang sekelompok perusuh untuk membebaskan orang-orang yang ditahan; mereka mengejeknya, memanggil harimau dan memohon agar tidak dibunuh. Wanita itu membangunkan seorang adik dan berulang kali menegaskan ia ingin jadi ibu yang baik, mengatakan semua tindakannya demi latihan, namun kelompok itu curiga dan menuduh niat jahat. Ketegangan memuncak saat seseorang menyeret adik pergi meski ada protes, dan orang lain menuduh wanita itu membuat ayah menjadi seperti sekarang sambil mengancam akan membunuhnya. Episode berakhir dengan ancaman terbuka terhadap wanita dan nasib adik yang hilang.
Di ruangan keluarga, Clara dituduh meracuni Ayah setelah ditemukan bungkus racun tikus yang dipakai pada tubuhnya; Lionel dan Viona menuduhnya dan mengancam ingin membunuh atau menjual dua bocah itu. Clara membela diri, mengatakan dia tidak membunuh, melainkan menolong Ayah saat racun bereaksi dan menyelamatkannya enam jam lalu. Perceraian kepercayaan memperlihatkan tuduhan lama soal barang yang pernah ia sembunyikan bagi anak-anak, sementara Wilson disebut lumpuh dan tak mampu melindungi mereka. Suasana pecah ketika pemilik rumah memarahi pengacau; keputusan tentang nasib anak dan keselamatan Ayah masih menggantung.
Situasi: Bentrokan meletus di rumah saat Clara dituduh 'siluman' dan dihina oleh seorang wanita; anak dan orang lain dicegah turun tangan. Wilson tiba mengancam akan membunuh agar 'anaknya' tidak menderita hidup bersama wanita itu, memicu ketegangan. Eskalasi: seorang pembela melarang pembunuhan dan menyatakan 'kalian nggak boleh mati.' Titik balik: terungkap bahwa ayah telah diracuni dan sekarat. Seorang anak berjanji mencari tabib hebat; wanita yang disebut 'Ibu jahat' mengklaim bisa menyembuhkan meski buta huruf (Viona dipanggil). Penutup: keputusan mencari obat menghadapkan nasib ayah dan keselamatan Clara pada pilihan segera.
Episode dimulai saat seorang ibu memberi napas penyelamat pada ayah sekarat setelah ritual yang menyegel kekuatannya; ia kehabisan tenaga tetapi ayah mulai pulih. Ibu ingin membawa ayah ke tempat yang lebih baik tapi kekurangan uang, lalu berjanji berburu kulit binatang di gunung dan pergi; anak curiga namun bilang ia menyukai ibu yang kini perhatian. Di adegan lain, Sang Dewa Harimau memuji kemampuan memanah setara ayah, dan terungkap seseorang menerima bayaran dari kakak-kakak untuk menghancurkan nama Clara — ancaman reputasi dan imbalan ternak menutup episode, meninggalkan ancaman reputasi Clara dan kebutuhan uang ibu sebagai konflik terbuka.
Di depan umum, seorang wanita bertopeng dihentikan dan dihina oleh sekelompok orang—Clara dan wanita lain mengejeknya sebagai jelek dan mempertanyakan mengapa ia lebih dipedulikan daripada Wilson, yang diperkenalkan sebagai suaminya yang lumpuh. Seorang pria (Kak Victor) muncul dan menggoda, tapi wanita itu menolak dan menyingkirkan upaya genitnya; dia ditekan untuk selalu memakai topeng dan dipermalukan. Saat tawaran untuk mengantarnya pulang ditolak, adegan memuncak dengan seruan mendadak, "Nona, cepat lari," meninggalkan ancaman tak jelas dan keputusan mendesak yang belum terjawab.
Seorang wanita dipanggil "Nona" sedang memetik tanaman herbal ketika seekor beruang menuduh sarangnya dirusak dan berniat balas dendam. Nona menjelaskan ia tak tahu, menenangkan beruang, berjanji mencari sarang baru dua kilometer ke tenggara di balik air terjun, dan meminta agar orang tua yang mengejar beruang dilepaskan — titik balik: ia mampu berbicara dengan hewan. Warga lalu menyangka ia tabib sakti dan memohon menolong seseorang yang lama keracunan; Nona setuju untuk bertemu pasien itu. Di sisi lain, seorang yang disebut "jelek" terus dihina dan diusir, konflik sosial belum terselesaikan.
Anak bernama Lionel diserang dan dicap mencuri ikan oleh warga; seorang wanita membelanya, mengusir pengganggu dengan ancaman potong telinga atau bunuh, lalu menenangkan Lionel. Mereka membahas noda di wajahnya dan wanita itu menyingkap bahwa ia menyelamatkan seorang tabib sakti dari gunung. Tabib mengaku bisa menyembuhkan kaki ayah Lionel sebagai balas jasa atas kebaikan ibunya. Lionel bersedia melakukan apa saja, lalu tabib minta dibawa melihat ayah yang kritis. Episode berakhir saat tabib bersiap merawat dan Lionel menangis, "Ayah, jangan mati," sementara hasilnya belum diketahui.