Episode ini dimulai dengan ketegangan saat seorang wanita menangis dan diperintahkan untuk bersembunyi di belakang seorang pria agar terlindung dari ancaman pembunuhan. Pria itu menuduh sebuah keluarga kedua sebagai dalang serangan di Kota Aruka dan berencana membalas dengan membuat mereka sengsara. Ketegangan memuncak ketika wanita yang ditahan mencoba melarikan diri, tetapi gagal. Di sisi lain, sang Tuan Muda menunjukkan ekspresi langka yang menimbulkan reaksi campur aduk. Episode berakhir dengan pertukaran bahwa upaya penyerangan dan penyelamatan membuat keduanya setara, memicu konflik yang belum terselesaikan.