Pak Lingga menemani Sasa, anak dari Nia dan suaminya yang sekarang. Dia membawa Sasa membeli makanan ringan yang biasanya dilarang oleh ibunya, meski awalnya hanya mengizinkan Sasa memilih satu jenis makanan. Melihat Pak Lingga terlihat sedih, Sasa memberinya es krim dan menghiburnya. Akhirnya, Pak Lingga memutuskan untuk mengambil risiko dan mengizinkan Sasa memilih semua makanan yang diinginkannya hari itu. Mereka berdua merasa menjadi orang paling bahagia.