Seorang pria yang lebih tua melihat foto seorang anak bernama Derick Halim dan terkejut karena kemiripannya dengan putranya, Dicky, saat kecil. Dia langsung yakin anak itu adalah cucunya dan ingin segera pergi menemuinya. Namun, seorang wanita menghentikannya dengan mengingatkan bahwa anak itu memanggil Dicky sebagai 'kakak', yang berarti Dicky mungkin belum tahu dan mereka tak bisa mengakuinya begitu saja. Ia bersikeras harus melakukan tes DNA terlebih dahulu. Pria itu pun memerintahkan Jodi untuk diam-diam mengambil rambut anak itu sebagai sampel. Sementara itu, mereka mengamati anak tersebut bermain Go dari jauh, semakin yakin dengan kemiripannya. Episode ini diakhiri dengan Jodi mulai mengambil rambut si anak, sebuah tindakan rahasia yang mempertaruhkan hubungan keluarga jika Dicky mengetahui.
Saat Dicky tidak ada, seorang pria tua melihat anak kecil dan yakin itu adalah cucunya. Ia menunjukkan foto anak itu pada seorang wanita dan menyatakan kemiripannya dengan Dicky saat kecil. Meski yakin, ia memutuskan untuk melakukan tes DNA. Di saat bersamaan, ia memerintahkan wanita tersebut untuk melindungi Tya, seorang karyawan di kantor CEO. Ia menyebut Tya sebagai calon menantunya dan ahli keuangan yang akan meneruskan kepemimpinan Grup Halim, sebagai kontras terhadap anaknya yang dianggap kurang bertanggung jawab. Sementara pria itu bersikeras untuk segera melakukan tes DNA, wanita itu menunda karena ingin merekam dan memfoto anak tersebut lebih dulu. Episode berakhir dengan wanita itu melihat anak itu lagi dan berseru tentang kemiripannya dengan suaminya.
Seorang pria marah karena teleponnya tidak diangkat dan bertekad merebut Harta Keluarga Halim. Ia menghubungi Paman Ridwan untuk mencari Dicky, namun mendapat kabar bahwa Dicky selalu menolak ajakannya. Frustrasi, pria itu bersumpah akan membereskan siapa saja yang menghalanginya setelah menikah ke keluarga tersebut. Di tempat lain, seorang ibu memberitahu putranya, Derick, bahwa ia tidak bisa masak siang ini karena harus mempelajari pekerjaan barunya di Grup Halim. Ibu itu berjanji akan mendaftarkan Derick ke Akademi Go agar ia bisa meneruskan impian almarhum ayahnya. Tiba-tiba, sebuah insiden terjadi—si ibu tertabrak, dan Derick berteriak memohon ibunya untuk bangun.
Seorang ibu dan anaknya, Derick, terlibat insiden dengan seorang wanita di pintu masuk taman. Mobil wanita itu menabrak mereka, menyebabkan ibu terluka dan berdarah. Derick berusaha memanggil ambulans untuk ibunya, tetapi wanita tersebut marah dan menuduh mereka tidak mampu mengganti rugi kerusakan mobilnya. Ia bahkan menghalangi mereka dan mengancam, sambil menyombongkan diri sebagai putri Keluarga Kusman dan calon nyonya muda Grup Halim. Derick yang panik akhirnya menghubungi kakaknya untuk meminta bantuan, sementara nyawa ibunya terancam dan situasi semakin genting.
Seorang wanita dan anaknya terjebak dalam konflik setelah mobil mereka diduga menabrak mobil seorang pria dan wanita lainnya. Pria itu menuntut ganti rugi dengan keras, menahan mereka dan mencegah panggilan ambulans meski wanita itu pingsan. Wanita itu berulang kali memohon bantuan telepon ambulans untuk ibunya yang sekarat, tetapi pasangan itu mengancam dan menyatakan bahkan kematiannya pun tak membebaskan mereka dari kewajiban membayar. Situasi memuncak saat kakak pria itu, Dicky, tiba. Adiknya mengadu dan meminta Dicky melihat 'wajah asli' ibu dan anak itu. Namun, saat Dicky mendekat, dia tampak mengenali wanita yang pingsan itu dan terdiam, sementara wanita itu dengan sisa tenaga bertanya tentang nasib anak mereka, meninggalkan situasi yang belum terselesaikan dengan kedatangan Dicky yang penuh teka-teki.
Setelah menghilang dari rumah sakit sepuluh tahun silam, Dicky Halim, suami Tya Tanadi, lenyap tanpa jejak. Tya yang saat itu mengandung, melahirkan Derick Halim dan tak pernah berhenti mencari suaminya. Tanpa disadari, Dicky ternyata hidup dengan amnesia, hanya dihantui oleh mimpi-mimpi samar tentang masa lalunya bersama Tya. Satu dekade berlalu, nasib mempertemukan Dicky dengan Derick melalui pertemanan di permainan Go, tanpa tahu mereka terikat hubungan darah. Di balik itu, Yella Kusman mulai menyadari kebenaran yang tersembunyi: bocah yang akrab dengan Dicky itu mungkin adalah putra kandungnya sendiri. Pencarian panjang Tya dan tabir amnesia Dicky berada di ambang titik terang, saat identitas Derick sebagai penghubung mereka perlahan terkuak.
Setelah menghilang dari rumah sakit sepuluh tahun silam, Dicky Halim, suami Tya Tanadi, lenyap tanpa jejak. Tya yang saat itu mengandung, melahirkan Derick Halim dan tak pernah berhenti mencari suaminya. Tanpa disadari, Dicky ternyata hidup dengan amnesia, hanya dihantui oleh mimpi-mimpi samar tentang masa lalunya bersama Tya. Satu dekade berlalu, nasib mempertemukan Dicky dengan Derick melalui pertemanan di permainan Go, tanpa tahu mereka terikat hubungan darah. Di balik itu, Yella Kusman mulai menyadari kebenaran yang tersembunyi: bocah yang akrab dengan Dicky itu mungkin adalah putra kandungnya sendiri. Pencarian panjang Tya dan tabir amnesia Dicky berada di ambang titik terang, saat identitas Derick sebagai penghubung mereka perlahan terkuak.
Setelah menghilang dari rumah sakit sepuluh tahun silam, Dicky Halim, suami Tya Tanadi, lenyap tanpa jejak. Tya yang saat itu mengandung, melahirkan Derick Halim dan tak pernah berhenti mencari suaminya. Tanpa disadari, Dicky ternyata hidup dengan amnesia, hanya dihantui oleh mimpi-mimpi samar tentang masa lalunya bersama Tya. Satu dekade berlalu, nasib mempertemukan Dicky dengan Derick melalui pertemanan di permainan Go, tanpa tahu mereka terikat hubungan darah. Di balik itu, Yella Kusman mulai menyadari kebenaran yang tersembunyi: bocah yang akrab dengan Dicky itu mungkin adalah putra kandungnya sendiri. Pencarian panjang Tya dan tabir amnesia Dicky berada di ambang titik terang, saat identitas Derick sebagai penghubung mereka perlahan terkuak.
Setelah menghilang dari rumah sakit sepuluh tahun silam, Dicky Halim, suami Tya Tanadi, lenyap tanpa jejak. Tya yang saat itu mengandung, melahirkan Derick Halim dan tak pernah berhenti mencari suaminya. Tanpa disadari, Dicky ternyata hidup dengan amnesia, hanya dihantui oleh mimpi-mimpi samar tentang masa lalunya bersama Tya. Satu dekade berlalu, nasib mempertemukan Dicky dengan Derick melalui pertemanan di permainan Go, tanpa tahu mereka terikat hubungan darah. Di balik itu, Yella Kusman mulai menyadari kebenaran yang tersembunyi: bocah yang akrab dengan Dicky itu mungkin adalah putra kandungnya sendiri. Pencarian panjang Tya dan tabir amnesia Dicky berada di ambang titik terang, saat identitas Derick sebagai penghubung mereka perlahan terkuak.
Setelah menghilang dari rumah sakit sepuluh tahun silam, Dicky Halim, suami Tya Tanadi, lenyap tanpa jejak. Tya yang saat itu mengandung, melahirkan Derick Halim dan tak pernah berhenti mencari suaminya. Tanpa disadari, Dicky ternyata hidup dengan amnesia, hanya dihantui oleh mimpi-mimpi samar tentang masa lalunya bersama Tya. Satu dekade berlalu, nasib mempertemukan Dicky dengan Derick melalui pertemanan di permainan Go, tanpa tahu mereka terikat hubungan darah. Di balik itu, Yella Kusman mulai menyadari kebenaran yang tersembunyi: bocah yang akrab dengan Dicky itu mungkin adalah putra kandungnya sendiri. Pencarian panjang Tya dan tabir amnesia Dicky berada di ambang titik terang, saat identitas Derick sebagai penghubung mereka perlahan terkuak.