Audrik bersikeras menghalangi Naufal di kompetisi bisnis: dia meremehkan Naufal sebagai 'anak haram' dan merencanakan taktik kecil untuk menyingkirkan pesaing itu sebelum presentasi. Seorang dewasa menyarankan Naufal, yang disebut anak 6 tahun, agar tidak ikut konferensi dan malah tampil di Hari Anak. Audrik menawarkan bantuan soal PPT dan laptop, lalu laptopnya rusak; Audrik menuduh Naufal sengaja merusak dan bahkan menyebut, 'abang kandung pun dia celakai.' Konfrontasi memanas hingga tamparan: "Beraninya kau tampar aku!" - dan balasan, "Kalau nggak tampar..." menimbulkan ancaman yang belum terselesaikan.