Levin, CEO Grup Setio, didiagnosis mengalami disfungsi seks; dokter Wily menyarankan terapi stimulus dan mencari seorang wanita untuk melatihnya. Levin menolak karena takut reputasinya runtuh dan paman akan mengambil alih berdasarkan aturan warisan Pak Limin. Di sisi lain, Yeni pulang; ia merencanakan sebuah permainan dan membawa anggur saat mengunjungi Levin. Terlihat juga Yeni bekerja keras merawat nenek yang sakit sebagai alasan pengorbanannya. Episode ini memuncak ketika Levin tiba-tiba bereaksi saat berhadapan dengan Yeni, meninggalkan ketidakpastian apakah ia akan mengikuti saran terapi atau tetap menutup masalahnya.
Episode dimulai ketika minuman tumpah dan seorang pelayan wanita meminta maaf kepada seorang pria (Pak), memicu pertengkaran dengan kurir serta perbincangan tentang insiden pekan lalu yang viral—seseorang menabrak, ada penahanan dan klaim bukti, bahkan ancaman tuntutan. Di lain ruang, Pak Levin diberi kabar istri kedua Pak Bino hamil, yang menurut aturan Pak Limin berimplikasi pada pengangkatan 'paman' sebagai kepala Keluarga Setio. Seorang wanita menawarkan menikah dengan Levin untuk melahirkan pewaris demi posisi itu. Levin memerintahkan penyelidikan latar pelayan, menegaskan dia menghindari kontak fisik namun menolak membiarkan Bino menjadi kepala keluarga—meninggalkan konflik kekuasaan terbuka.
Di episode ini Tya dipanggil ke rumah sakit oleh Dokter Juan karena kehadiran Pak Levin, CEO Grup Setio dan pemegang saham terbesar rumah sakit, menyusul kabar tentang 'kelakuanku malam itu' yang membuat Tya takut atas konsekuensi. Saat orang lain diminta memberi hormat, Tya tetap bicara dengan Pak Levin yang menyarankan terapi stimulus dan menyuruhnya mencari seorang wanita sebagai pelatih. Ketegangan memuncak ketika Dokter Juan meminta Tya mengulangi gerakan yang dilakukan hari itu. Episode berakhir dengan Tya bersiap menjalani terapi dan pelatihan, meninggalkan hasilnya yang belum jelas.
Episode ini dibuka dengan seorang wanita marah menuduh seorang perawat lalai setelah suaminya yang baru selesai operasi mengalami infeksi saluran kemih karena kamar tidak diperiksa saat tugas malam. Perawat membela diri: namanya tidak tercantum di jadwal, dan kepala unit disorot. Saat jadwal diperiksa, nama Tya disebut sebagai petugas semalam, lalu tuduhan berpindah. Wanita itu marah, memukul dan mengancam perawat, rekan mencoba melerai. Adegan memanas dengan makian dan teriakan "Lepaskan!" sebelum suara memanggil "Kalian cepat..." menutup episode, meninggalkan ancaman kekerasan dan nasib Tya yang belum terselesaikan.
Di rumah sakit, Nona Tya dituduh terkait insiden pasien semalam dan berusaha melepaskan diri saat konfrontasi memanas. Seorang perawat mengaku dipaksa oleh kepala perawat untuk menuduh Tya dan meminta maaf, sementara Pak Levin diminta memutar rekaman CCTV untuk mengungkap kejadian. Beberapa pihak melarang pemutaran CCTV dan muncul permohonan agar dia tidak dipecat, serta peringatan bahwa Levin bisa kehilangan posisinya jika tidak bertindak. Setelah Levin tersudut lalu mengiyakan, petugas medis menenangkan Tya—dia hanya luka luar—namun kebenaran malam itu masih tertutup dan keputusan akhir belum jelas.
Di episode ini seorang wanita yang bekerja untuk pria yang dipanggil Bos meminta maaf karena memukulnya, lalu Bos langsung menuntut permintaan yang keras sebagai bukti ketulusan: menikahinya dan melahirkan anaknya. Ketegangan meningkat ketika Bos mengungkap bahwa dia menyelidik hidup wanita itu, menawarkan menanggung biaya operasi jantung neneknya sambil mengancam neneknya jika dia menolak. Dia juga menjanjikan 100 miliar setelah kontrak berakhir. Wanita menolak dan memohon dilepaskan; episode berakhir saat dia menyerahkan diri pada tekanan dan Bos bertanya, "Kau mau ngapain?"
Episode dimulai dengan seseorang menuntut pengembalian barang dan memberi target tujuh hari untuk berpikir, memicu pertengkaran singkat. Di rumah sakit, Pak Levin menugaskan Dokter Juan hanya siang hari, lalu rekan-rekan berspekulasi tentang hubungannya dengan Tya; Tya membantah. Pihak lain mengajukan syarat: jika disetujui, ia tak lagi mencampuri urusan, dan terjadi perdebatan sengit. Malamnya tamu ruangan 908, Nona Yeni, meminta pelayanan khusus dan menawarkan 20 juta untuk minum satu botol—satu malam cukup menutup biaya pengobatan nenek. Episode ditutup dengan keputusan yang harus diambil dalam tujuh hari.
Seorang wanita pekerja dihadapkan pada tantangan minum minuman keras 40 derajat oleh Nona dan klien yang menuntut. Ia menolak karena tak enak badan dan mengaku akan berhenti kerja, tapi ditarik dan diancam agar minum. Ancaman menjadi pribadi ketika salah satu pelaku mengatakan keluarga Liam memiliki saham di semua rumah sakit Kota Harun dan bisa mencabut selang oksigen neneknya jika ia melawan. Untuk menyelamatkan nenek, wanita itu akhirnya minum sendiri. Saat ketegangan memuncak, terjadi keributan dan seseorang berteriak "Tangkap dia!", meninggalkan pilihan dan nasib neneknya belum terselesaikan.
Episode dimulai dengan seorang wanita yang diseret dan berteriak minta tolong setelah dituduh menumpahkan anggur yang mencemarkan reputasi di hadapan Levin. Para pelaku mengancam, menolak belas kasihan, dan menuntut tebusan; beberapa menyebut nama Keluarga Liam sementara wanita itu memperingatkan bahwa tindakan itu melanggar hukum. Pak Levin disebut terkait pembangunan rumah sakit yang hampir selesai, lalu para pria berdiskusi memberi proyek jika mereka 'memainkan' wanita itu. Mereka memberinya obat dan mengancam jika tak 'ditiduri' ia akan mati. Adegan berakhir ketika suara tak terduga terdengar, menggantung nasibnya.
Episode dimulai saat Tya ditangkap di bawah pengawasan Levin dan sekelompok pria; suasana cepat berubah menjadi kekerasan saat salah satu pria menuduh orang lain memukulnya demi Tya dan Levin memerintahkan 'Bereskan satu per satu' serta membawa semuanya. Tya kemudian dibius; para pelaku panik karena percaya kalau malam ini dia tidak berhubungan seks, dia bisa mati. Tya memohon, menyebut neneknya, sementara seseorang menyuruh memanggil dokter. Seorang pengikat mengancam tidak akan melepaskannya setelah sadar, lalu bos memerintahkan 'Cium aku' sebagai perintah majikan—episode berakhir dengan ancaman seksual dan kedatangan dokter yang belum terungkap.