Di awal episode, sekelompok teman menuduh Vanny sebagai penyebab kematian Winna dan menyerukan balas dendam. Kilas balik mengungkap 10 tahun lalu Winna mengubah pilihan universitas teman menjadi D3; sebagai ketua kelas narator mengubah pilihan agar mereka bisa masuk. Setelah dipertanyakan, Winna mencoba melompat, terpeleset, dan jatuh hingga tewas. Narator mengaku dibully dan keluarganya dibunuh selama dekade itu. Teman-teman merencanakan menghina orang tua Vanny, namun Vanny menyatakan ia 'terlahir lagi' dan menolak ikut campur, meninggalkan ancaman nyata pada nasib keluarga tersebut.
Di sekolah, sekelompok siswa mendesak seseorang untuk kuliah bersama Winna dan memaksa permintaan maaf; Vanny menolak kedekatan dan menegur mereka. Teguran berubah jadi penghinaan: mereka menyebut ibu salah satu anak pelakor, mengatai orang itu anak haram, bahkan menyuruh memukulnya. Saat keributan meletus, seseorang bertanya "Kalian ngapain?" dan Nando terluka; Vanny memeriksa dan berterima kasih padanya. Setelah itu seorang siswa terang-terangan menolak Nando—"jangan cari aku lagi, status kita berbeda"—sambil menghina; episode berakhir dengan Nando terhina dan konsekuensi yang masih harus dihadapi.
Di episode ini, Vanny diterpa gosip dan cekcok soal Nando—pacar Winna dari kelas yang disebut 'anak haram' namun juga disebut korban—sementara Winna dan teman merencanakan kuliah bersama. Mereka bimbang memilih kampus dan jurusan. Tekanan ejekan membuat Vanny pulang ke rumah; Ayah dan Ibu menenangkan dia, menghibur dan menjanjikan perlindungan. Saat keluarga menyinggung perlakuan Nando terhadap Vanny, Ayah menegaskan tak akan membiarkan anaknya disakiti lagi dan berjanji 'membalas mereka', sehingga episode berakhir dengan keputusan Ayah yang menimbulkan ancaman tindakan balasan belum terselesaikan.
Vanny memanfaatkan koneksi ibunya untuk tampil di siaran 24 jam agar semua jadi saksi dan mencegah Winna menjebaknya. Tuan Nando datang ke rumah, masuk ke kamar tanpa ketok dan memicu konfrontasi dengan Vanny dan ibunya. Pertengkaran memuncak saat Vanny menuduh Nando pernah menjual dokumen rahasia ayahnya hingga keluarga bangkrut; Nando membalas bahwa dulu ia menerima Vanny dan bahkan membantu mengubah pilihannya. Ibu mengusir Nando, sementara Nando mengancam balas dan disebutkan bahwa Winna telah mengubah pilihan Nando jadi kuliah D3. Episode ditutup dengan ancaman Nando dan janji pembalasan yang belum terselesaikan.
Episode ini membuka dengan ejekan: seseorang meniru kata 'Kak Nando bilang lebih enak tidur sama aku' dan mengejek bahwa orang yang dituju 'kaku banget' di kasur. Percakapan bergeser saat akun dan sandi disebut; si pembicara mengeluh tak ada yang mau kuliah bersamanya lalu mengaku sudah berdiskusi dengan Kak Nando untuk mendaftarkan orang itu ke program D3. Tawaran itu bukannya diterima—orang-orang membalas dengan hinaan, memanggilnya 'dasar bodoh' dan menyuruhnya menjauh. Episode berakhir dengan penolakan terbuka dan keheningan tegang, meninggalkan konsekuensi sosial pendaftaran itu belum terselesaikan.
Di ruang tunggu, sekelompok siswa menunggu kabar penerimaan Universitas Chiro; ketegangan muncul ketika beberapa belum menerima surat sementara Vanny mengklaim sudah mendapat pemberitahuan. Teman-teman curiga dan menuduh Vanny mengedit surat karena ia tak mau menunjukkan bukti, lalu mengejeknya dan meremehkan peluang kuliahnya menjadi D3. Nando menuntut pengakuan dan minta maaf, mengancam akan cuek jika tidak. Vanny membela diri dan mengecam gosip soal gelarnya sebagai juara, tetapi tuduhan pemalsuan dan ancaman pengucilan tetap menggantung, menuntut pembuktian atau konsekuensi sosial segera.
Di episode ini sekelompok siswa, termasuk Winna, Vanny, dan Kak Nando, berkumpul di sekolah untuk melihat pengumuman penerimaan Kelva. Awalnya mereka yakin diterima dan ada canda soal foto yang mungkin diedit, tapi mendapati nama mereka tidak tercantum di papan. Kepanikan muncul; mereka berspekulasi tentang kuota, satu menyebut nilai 680 cukup, dan saling menyalahkan, terutama Winna yang menjadi sorotan. Vanny bersikap menyindir dan ketegangan meningkat saat asumsi mereka runtuh. Episode berakhir tanpa jawaban, meninggalkan mereka menunggu penjelasan resmi dan konsekuensi pilihan universitas.
Setelah gelombang kedua selesai, sekelompok siswa kelas pintar menunggu pemberitahuan penerimaan yang tak kunjung tiba. Kegelisahan memuncak ketika Winna mengungkap nilainya 653 namun tidak lolos, memicu spekulasi bahwa surat hilang atau kurir mengalami kecelakaan. Seorang siswi takut dihajar ayahnya jika gagal, sehingga teman-teman berusaha menenangkan dan mengajak foto untuk kenang-kenangan. Vanny bertingkah aneh mencari perhatian dan ditegur agar jangan buang tenaga. Pemberitahuan masih belum datang; kecemasan akan konsekuensi keluarga dan nasib akademis menggantung sementara mereka menunggu keputusan menentukan.
Di sebuah ruang penuh teman, mereka berkumpul untuk membuka surat pemberitahuan penerimaan kuliah. Winna dan beberapa teman tegang saat satu per satu memeriksa isi surat; ada kebingungan awal—mereka menyangka Winna salah isi—lalu lega saat surat menunjukkan semua dokumen lengkap. Seorang peserta berseru bahwa ia akan kuliah setelah 10 tahun belajar, sementara yang lain mencoba kabur ke toilet tapi ditahan agar menyaksikan momen bersama. Eskalasi muncul saat pengumuman terakhir mengejutkan kelompok: terdengar reaksi, "Apa? D3?" Episode ditutup dengan keraguan baru yang harus segera dijawab.
Di kehidupan sebelumnya, saat pemilihan universitas, Winna yang dicintai teman-temannya meminta akun dan sandi agar memilih kampus yang sama. Mereka menyerahkan, tapi Vanny tak rela masa depan mereka hancur. Diam-diam ia masuk ke akun sebelum batas waktu dan menemukan pilihan mereka diubah. Vanny mengembalikan pilihan itu. Winna lalu hendak melompat dari gedung; terpeleset dan benar-benar meninggal. Setelah lulus dan sukses, teman-teman menuding Vanny dan merencanakan balas dendam. Nando mencuri dokumen rahasia ayah Vanny, memberikannya ke saingan hingga perusahaan bangkrut. Mereka pura-pura berduka dalam siaran langsung mengenang Winna. Vanny dihujat di media sosial; keluarganya bahkan diserang sampai tewas oleh netizen dan para teman. Di kehidupan kedua, saat Winna meminta akun dan sandi mereka, Vanny hanya diam dan diam-diam mengumpulkan bukti demi balas dendam.