Leon menghadapi serangan dari Manusia Kadal level 21 yang sangat kuat dan sulit dilawan. Meski awalnya dianggap remeh sebagai level yang salah, Leon berhasil menahan serangan dengan jurus Pedang Penghakiman yang tepat sasaran, membuat musuh yang berzirah berjumlah banyak kewalahan. Lawan terus mengejek Penjinak Naga yang dianggap sudah punah, tetapi Leon membalas dengan jurus baru Kebangkitan Pewaris Naga, menunjukkan bahwa kekuatannya belum padam. Episode ini berakhir dengan ketegangan saat profesi Leon sebagai Penjinak Naga terungkap, memicu rasa penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.
Di hari kelulusanku, profesi Penjinak Naga, yang dianggap punah, jadi bahan tertawaan. Mereka menertawakanku, tapi aku membuka kristal yang menyimpan roh naga kuno dan mendapat kemampuan langka. Keesokan hari aku masuk ke tempat terlarang, menggunakan darahku untuk memanggil sembilan naga raksasa yang telah tidur ribuan tahun. Pertempuran itu disiarkan langsung; jutaan penonton menyaksikan saat aku hanya berbisik dalam bahasa naga dan barisan musuh langsung mundur. Ketegangan berubah jadi keheranan: yang kumiliki bukan sekadar kemampuan membujuk makhluk, melainkan kemampuan menjinakkan roh perang naga yang tak pernah mati. Pengakuan itu mengubah hinaan menjadi ketakutan, dan peran Penjinak Naga hidup kembali dengan konsekuensi yang jauh lebih berat daripada sekadar gelar.