Di sebuah rumah, keluarga berkumpul di dekat seseorang yang setengah mati; beberapa anggota mengejek dan menolak merawatnya, bahkan menyarankan 'biarkan si sampah ini pergi'. Mereka menuduh seorang wanita—dipanggil Ibu—telah dulu membuang anak kandungnya demi gaji ayah. Ibu mengakui dosanya, mengaku membuang anaknya, menghidupi orang yang ia sebut pengkhianat, lalu memohon maaf kepada Maya dan berjanji menebus kesalahan. Tuduhan tentang karma dan siapa yang harus mengganti tanggung jawab memicu konfrontasi, sementara keputusan keluarga tentang nasib orang sekarat tetap menggantung pada 20 Mei 1990.