Kaisar mengeluarkan perintah untuk mencari wanita yang bisa mengenakan sepatu yang tertinggal dari mimpi misteriusnya, memerintahkan pengukuran kaki seluruh nona di istana, mulai dari selir hingga pelayan. Di tengah proses itu, muncul spekulasi bahwa alasan pembuatan sepatu hanyalah kedok untuk menemukan seseorang yang dicurigai melakukan kejahatan dan telah ketahuan. Seorang pelayan merasa khawatir karena kehilangan sepatunya dua hari lalu dan takut jika dirinya yang dicari Kaisar, hingga terdengar ancaman hukuman mati. Ketegangan meningkat saat pencarian terus berlangsung tanpa kepastian siapa sebenarnya yang menjadi target Kaisar.