Pada perayaan ulang tahun ke-3 Grup Sendayu, ketegangan muncul saat Ben, menantu yang tinggal di rumah istri, dipaksa duduk menjauh dari meja utama oleh anggota keluarga lain yang menganggapnya tidak pantas dan beban bagi keluarga. Perselisihan memanas antara Ben dan ibu mertuanya, yang menegaskan posisi sosial dan hubungan keluarga sebagai alasan. Meski dianggap rendah, Ben membela dirinya dengan menyebut kontribusinya terhadap kemajuan keluarga. Di tengah konflik itu, kedatangan Leo Lando, putra sulung keluarga bangsawan Kirasan, menjadi titik balik yang memberi harapan baru, namun ketegangan dalam keluarga Sendayu belum terselesaikan.