Elly akhirnya diterima di SMA Kota Hardam, namun ayahnya meminta Yanis, anak keluarga Galam yang pernah menolak lamaran perjodohan dengan Elly, mengantarnya ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Elly bertemu Pak Doni, wali kelas, yang memberi tahu bahwa nilai ujian Elly belum cukup untuk masuk kelas unggulan dan menyarankan agar Elly mulai dari kelas reguler. Meski kecewa, Elly menegaskan tekadnya untuk belajar serius tanpa terganggu oleh pandangan sebelah mata. Konflik soal penyesuaian dan perjuangan akademik Elly menjadi fokus utama episode ini.