Episode dimulai saat Yuda mempersembahkan pil kesetiaan yang dibuat dari jasad Adipati Disa dan tiga putranya kepada Kaisar, hasil dari pemusnahan pasukan Seza dan pengorbanan Loka, Gosa, Suma demi rahasia keabadian. Meskipun kerusuhan yang diprovokasi keluarga Seza hampir melumpuhkan pengawal, Kaisar selamat dan pil disiapkan; perempuan keluarga Seza dibiarkan hidup. Kekhawatiran muncul karena Wanda, putri sulung Seza, yang berpengalaman tempur dan ahli strategi, mungkin membalas dendam. Yuda menimbang apakah tindakannya terlalu gegabah, dan episode berakhir dengan keputusan untuk membasmi sampai akarnya sambil terancam balas dendam Wanda.
Episode ini dimulai saat pengungsi dan keluarga Adipati Disa tiba, warga berdoa agar Durma dan jenderal selamat. Wanda Seza bersumpah meneruskan cita-cita ayahnya melindungi Durma. Seorang pejabat memerintahkan agar Wanda dilindungi secara diam-diam. Sementara itu sekelompok pria merencanakan membawa Wanda ke rumah bordil istana untuk ditiduri; mereka mengejar, meraba-raba, dan bercanda akan 'menikmati' Wanda yang memohon tolong. Wanda berteriak minta bantuan, dan sebuah panggilan singkat "Yana" mengakhirinya. Episode menutup pada ketegangan: perlindungan rahasia yang diperintahkan mungkin harus bertindak segera untuk menghentikan penculikan itu.
Di tengah intimidasi terhadap Keluarga Seza, Yana panik meminta tolong pada Kak Wanda. Wanda menenangkan Yana, menguatkan bahwa ia harus berani dan memerintahkan rencana bertahan: "Kalau nggak bunuh mereka, mereka akan bunuh kita." Ia menyuruh Yana tetap dekat dengan Cisa, meski masih kecil, karena Cisa dianggap tangguh dan bisa melindungi. Wanda menekankan bahwa dirinya harus tetap hidup untuk membalas dendam, menyerahkan suatu barang dengan perintah "pakai ini" lalu mengajak mereka pergi. Episode berakhir saat seseorang memanggil, "Tuan, tunggu", menandai pengejaran dan konsekuensi keputusan mereka yang belum terselesaikan.
Episode dibuka saat sekelompok wanita yang kelelahan menghentikan rombongan dan memohon makanan kepada seorang Tuan. Tuan memerintahkan bawahan memberi mereka makan sebanyak mungkin, lalu rombongan diperintahkan maju cepat. Beberapa anggota menyarankan maju sekaligus; Wanda diperingatkan untuk berhati-hati saat bergerak. Mereka mengatur formasi: beberapa maju, satu menjaga dari belakang, dan sepakat berkumpul lagi setelah lima kilometer. Saat langkah dipercepat, suasana tegang karena ada perintah Jangan biarkan mereka kabur; episode berakhir dengan panggilan panik, Wanda!, menandakan sesuatu yang mengancam atau terjadi pada Wanda belum terungkap.
Pengkhianatan malam itu memusnahkan seluruh keluarga Adipati Disa. Luka dan kemarahan menjerat Wanda Seza, yang mengumpulkan perempuan Keluarga Seza dan wanita-wanita malang untuk membentuk Pasukan Tegu. Mereka bersumpah menuntut keadilan, bergerak dalam bayang-bayang dan merancang langkah untuk menggulingkan kekuasaan yang menindas. Seorang pria bertopeng muncul membantu dalam operasi berisiko; rahasianya terkuak—dia Pangeran Mahkota Yaro. Dengan kepemimpinan Wanda dan dukungan Yaro, Pasukan Tegu berubah menjadi kekuatan yang menantang Kaisar Zalim. Persatuan mereka menyingkap tirani, menggulingkan kaisar yang zalim, dan merebut kembali kedamaian yang direnggut, meninggalkan jejak keadilan yang pahit namun menenangkan.
Pengkhianatan malam itu memusnahkan seluruh keluarga Adipati Disa. Luka dan kemarahan menjerat Wanda Seza, yang mengumpulkan perempuan Keluarga Seza dan wanita-wanita malang untuk membentuk Pasukan Tegu. Mereka bersumpah menuntut keadilan, bergerak dalam bayang-bayang dan merancang langkah untuk menggulingkan kekuasaan yang menindas. Seorang pria bertopeng muncul membantu dalam operasi berisiko; rahasianya terkuak—dia Pangeran Mahkota Yaro. Dengan kepemimpinan Wanda dan dukungan Yaro, Pasukan Tegu berubah menjadi kekuatan yang menantang Kaisar Zalim. Persatuan mereka menyingkap tirani, menggulingkan kaisar yang zalim, dan merebut kembali kedamaian yang direnggut, meninggalkan jejak keadilan yang pahit namun menenangkan.
Pengkhianatan malam itu memusnahkan seluruh keluarga Adipati Disa. Luka dan kemarahan menjerat Wanda Seza, yang mengumpulkan perempuan Keluarga Seza dan wanita-wanita malang untuk membentuk Pasukan Tegu. Mereka bersumpah menuntut keadilan, bergerak dalam bayang-bayang dan merancang langkah untuk menggulingkan kekuasaan yang menindas. Seorang pria bertopeng muncul membantu dalam operasi berisiko; rahasianya terkuak—dia Pangeran Mahkota Yaro. Dengan kepemimpinan Wanda dan dukungan Yaro, Pasukan Tegu berubah menjadi kekuatan yang menantang Kaisar Zalim. Persatuan mereka menyingkap tirani, menggulingkan kaisar yang zalim, dan merebut kembali kedamaian yang direnggut, meninggalkan jejak keadilan yang pahit namun menenangkan.
Pengkhianatan malam itu memusnahkan seluruh keluarga Adipati Disa. Luka dan kemarahan menjerat Wanda Seza, yang mengumpulkan perempuan Keluarga Seza dan wanita-wanita malang untuk membentuk Pasukan Tegu. Mereka bersumpah menuntut keadilan, bergerak dalam bayang-bayang dan merancang langkah untuk menggulingkan kekuasaan yang menindas. Seorang pria bertopeng muncul membantu dalam operasi berisiko; rahasianya terkuak—dia Pangeran Mahkota Yaro. Dengan kepemimpinan Wanda dan dukungan Yaro, Pasukan Tegu berubah menjadi kekuatan yang menantang Kaisar Zalim. Persatuan mereka menyingkap tirani, menggulingkan kaisar yang zalim, dan merebut kembali kedamaian yang direnggut, meninggalkan jejak keadilan yang pahit namun menenangkan.
Pengkhianatan malam itu memusnahkan seluruh keluarga Adipati Disa. Luka dan kemarahan menjerat Wanda Seza, yang mengumpulkan perempuan Keluarga Seza dan wanita-wanita malang untuk membentuk Pasukan Tegu. Mereka bersumpah menuntut keadilan, bergerak dalam bayang-bayang dan merancang langkah untuk menggulingkan kekuasaan yang menindas. Seorang pria bertopeng muncul membantu dalam operasi berisiko; rahasianya terkuak—dia Pangeran Mahkota Yaro. Dengan kepemimpinan Wanda dan dukungan Yaro, Pasukan Tegu berubah menjadi kekuatan yang menantang Kaisar Zalim. Persatuan mereka menyingkap tirani, menggulingkan kaisar yang zalim, dan merebut kembali kedamaian yang direnggut, meninggalkan jejak keadilan yang pahit namun menenangkan.
Pengkhianatan malam itu memusnahkan seluruh keluarga Adipati Disa. Luka dan kemarahan menjerat Wanda Seza, yang mengumpulkan perempuan Keluarga Seza dan wanita-wanita malang untuk membentuk Pasukan Tegu. Mereka bersumpah menuntut keadilan, bergerak dalam bayang-bayang dan merancang langkah untuk menggulingkan kekuasaan yang menindas. Seorang pria bertopeng muncul membantu dalam operasi berisiko; rahasianya terkuak—dia Pangeran Mahkota Yaro. Dengan kepemimpinan Wanda dan dukungan Yaro, Pasukan Tegu berubah menjadi kekuatan yang menantang Kaisar Zalim. Persatuan mereka menyingkap tirani, menggulingkan kaisar yang zalim, dan merebut kembali kedamaian yang direnggut, meninggalkan jejak keadilan yang pahit namun menenangkan.