Ayah berusaha memperbaiki hubungannya dengan putrinya, Camila, dengan meminta kesempatan kedua untuk menyayanginya dan berjanji akan selalu ada. Mereka mengikat jari kelingking sebagai simbol janji yang tidak boleh berubah selama seratus tahun. Ayah juga meminta maaf dan menunjukkan perhatian kecil seperti membiarkan Camila makan paha ayam dua potong dan mengingatkan agar mencuci tangan sebelum makan. Momen hangat ini membawa kebahagiaan pada ulang tahun Camila, yang semakin mempererat ikatan keduanya meski masa lalu yang sulit. Namun, ada tekanan halus tentang bagaimana hubungan mereka akan berkembang ke depan.