Sebelas orang berkumpul untuk membentuk tim sepak bola yang tidak lengkap, termasuk Liam yang memiliki penglihatan buruk tapi memiliki kemampuan strategis penting. Saat latihan gabungan, Bu Lisa memperkenalkan taktik unik: bermain dengan versi 'salah' yang memanfaatkan kelemahan sebagai strategi. Liam ditugaskan mengawasi titik serangan dan memberikan informasi, sementara Fiki dan Tio diminta menyerang dalam waktu singkat atau mencari pantulan bola. Fero dan Denis bertugas mengacaukan bola dan bertahan. Latihan ini dirancang untuk mengecoh lawan meski gerakan terlihat kacau. Sementara itu, seseorang mengamati dari jauh, yakin setelah kekalahan telak, mereka akan kembali lagi.