Anna, yang memilih hidup bersama ayah dan tiga kakaknya setelah perceraian, dipaksa menikah dengan CEO Grup Safa berusia 50 tahun demi kepentingan keluarga. Kakak-kakaknya memukulnya agar patuh, membandingkannya dengan saudara lain, Susan, yang diam-diam mendatangkan modal dari Keluarga Fudin dan menjaga bisnis keluarga. Saat Anna menolak, ia diancam akan dibunuh jika menunda kerja sama dan dijaga ketat agar tak lari. Malam sebelum pernikahan, seseorang mengungkapkan rencana mengerikan: "mayat pengantin wanita" sebagai kejutan. Episode ditutup saat Anna dipanggil, dan ia bertanya, "Apa aku hidup kembali?"
Anna terbangun kebingungan, menyadari dirinya 'hidup kembali' saat keluarga berkumpul memutuskan siapa yang akan merawatnya. Ibu hendak membawa Anna ke Keluarga Fudin, sementara ayah dan kakak menahan dan menuduh Anna matre serta berasal dari desa. Anna tegas memilih ikut ibu kali ini agar tak mengulangi kesalahan masa lalu; Susan justru memilih ayah, menandakan perubahan posisi. Seorang kerabat mengumumkan akan membawa Anna dan mencantumkan marga Kamil sehingga hubungannya dengan Tansil putus. Mereka berangkat diiringi peringatan bahwa Keluarga Fudin berbahaya, sementara penghuni rumah tetap meragukan niat Anna.
Anna tiba di rumah keluarga barunya dan diperkenalkan pada Paman Indra, yang dua tahun lalu menemukannya sakit setelah difitnah Susan dan membawanya ke rumah sakit. Anggota keluarga lain—Yansen, Eko, dan Hans yang absen karena rapat—bersikap dingin; mereka menuduh "cewek matre" dan mengatakan penerimaannya "terpaksa". Tono disuruh menyiapkan makan siang. Anna diberi tur singkat dan kamarnya sudah disiapkan, namun dia merasakan penolakan terbuka. Episode berakhir dengan Anna memasuki kamar sementara keluarga meremehkannya, meninggalkan ketidakpastian apakah ia benar-benar akan diterima.
Anna tiba di rumah baru dan Paman Indra memberinya kamar; keluarga menyuruhnya istirahat dan akan mengantar makanan sehingga ia merasa diterima. Namun kilas balik mengungkap masa lalu: meski ia berbakti, ayah dan kakak menganggapnya pembantu, ayah memanjakan adik tiri, dan Kak Tomi pernah mengancam serta memukulinya ketika ia mencoba lari. Episode berpindah dari kenyamanan awal ke adegan kekerasan lalu kembali ke ketenangan sementara—seseorang menenangkannya dengan, "Sudah nggak apa-apa. Semua itu sudah berlalu," meninggalkan keraguan apakah trauma benar-benar selesai.
Di malam hari, Anna bangun ke dapur untuk mengambil minum; orang rumah menegurnya dan memberinya gelas besar, menyebutnya 'cukup patuh.' Keluarga lalu membicarakan keberadaan Anna: dia ikut ibu ke rumah Keluarga Fudin sehingga baju yang seharusnya dicuci tertunda. Tomi dan saudara lain kesal karena cucian kerja belum beres, lalu menyepakati untuk menelpon Anna segera agar pulang dan mencuci baju mereka. Mereka bahkan berencana meminta Anna mencuci semua pakaian keluarga setelah pulang sekolah. Episode ditutup dengan keputusan itu menggantung, menunggu apakah Anna benar-benar akan kembali dan memenuhi permintaan.
Episode dibuka saat Tomi menolak mencuci dan diancam tidak diakui sebagai adik, memicu konflik soal peran dan penghargaan dalam keluarga. Anna, disebut gadis dari desa, mendapat cemoohan dari beberapa anggota, namun Paman Indra berhasil mengurus penerimaan kuliahnya. Ayah menyuruh Kak Hans melindungi dan mengantar pendaftaran Anna, tapi Hans bersikap dingin dan sibuk. Anna merasa terasing di keluarga kaya itu; saat Hans pergi, ia berusaha mengejar namun tertinggal dan nyaris celaka di jalan. Permintaan ayah agar Hans melindungi Anna masih belum terjawab.
Anna, siswi baru dari desa, diperkenalkan di kelas dan duduk di sebelah Eko, yang terkenal tidak suka bersebelahan dengan wanita. Sekelompok teman menuduhnya memakai koneksi, mengejek penampilannya dan memanggilnya hinaan; beberapa heran mengapa Eko tak marah. Seorang anggota keluarga Fudin mempermalukannya dengan memerintahkan Anna pulang untuk mencuci pakaian keluarga, membandingkannya dengan Susan dari keluarga Tansil. Anna menolak keras dan membalas, menyatakan pekerjaan rendahan pun lebih berguna daripada 'hanya bisa makan'. Ketegangan memuncak saat ancaman kekerasan dilontarkan, meninggalkan pertanyaan apakah Eko akan membela atau konsekuensi akan menimpa Anna.
Ketika Anna diintimidasi oleh seorang pelajar, Eko mengintervensi dan secara tegas mengakuinya sebagai 'adik' untuk menghentikan penggertak, tapi ancaman pemukul tetap melayang, dan catatan tentang ingatan kehidupan lalu, peringatan untuk tidak mengaku sebagai anggota Keluarga Fudin, memaksa mereka mundur. Setelah kejadian, Anna berterima kasih kepada Eko namun ditegur Paman Indra karena membuat masalah di hari pertama kuliah. Ia mengaku kesulitan mengerjakan soal nomor 1 sampai 7; Paman Indra memanggil Hans, murid pintar yang mau menolong. Episode berakhir saat Hans mulai mengajari Anna soal pertama, memulai upaya nyata untuk mengejar ketertinggalannya.
Sebelumnya Eko tampak memberi sisa minuman kepada Anna; Anna mengucap terima kasih. Di kampus, Susan menangis setelah bentrokan dengan Anna; teman memaksa Anna minta maaf, tapi Anna bersikeras dia duduk jauh dan tak membuat Susan menangis. Jovin, pemimpin yang mengancam, mengejek Anna, mengancam akan mengeluarkan Susan dari universitas, lalu menyerang dan menahan Eko saat Eko membela Anna. Di hadapan Jovin, Eko dipaksa mengaku salah dan dilepaskan setelah merunduk; Jovin mengolok 'gadis desa' dan berjanji akan membalas. Episode berakhir saat Anna berterima kasih pada Eko, meninggalkan pertanyaan tentang konsekuensi ancaman Jovin.
Episode dimulai saat Anna diberitahu bahwa Kak Tomi ingin membawanya pulang untuk bicara, namun ia menolak karena menyatakan tak berhubungan dengan Keluarga Tansil dan memperkenalkan diri sebagai Anna Kamil. Di ruang keluarga, Susan dan anggota Keluarga Tansil mengejek asal-usulnya—menyebutnya 'orang desa' dan 'bau miskin', menegaskan hanya Susan yang layak menjadi putri Tansil serta merendahkan Anna sebagai pembantu. Ketegangan naik ketika mereka memaksa Anna ikut pulang; dia melawan dan berteriak, 'Lepaskan aku!' Adegan berakhir dengan Anna diseret sambil seseorang bertanya, 'Kau mau bawa dia kemana?', meninggalkan maksud Kak Tomi dan nasib Anna yang belum terjawab.